Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
15 Ogoh-Ogoh Terbaik Jembrana Unjuk Aksi di Masikian Fest 2026
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Suasana panggung Masikian Fest 2026 di Kabupaten Jembrana berubah riuh saat 15 karya ogoh-ogoh terbaik se-Jembrana tampil bergiliran pada Kamis (12/3/2026).
Deretan karya Sekaa Teruna dari berbagai banjar itu tidak hanya memamerkan kreativitas, tetapi juga menunjukkan kekompakan generasi muda dalam menjaga tradisi sekaligus berinovasi.
Parade ogoh-ogoh tingkat kabupaten tersebut menjadi salah satu agenda yang paling dinanti masyarakat. Setiap karya yang dipamerkan menampilkan konsep unik, mulai dari detail artistik, gerak mekanis hingga sentuhan teknologi modern yang memperkaya tampilan ogoh-ogoh.
Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan bersama Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) hadir langsung memberi dukungan kepada para peserta. Keduanya mengapresiasi semangat Sekaa Teruna dan Teruni (STT) yang dinilai semakin matang dalam mengolah konsep ogoh-ogoh.
Bupati Kembang Hartawan menilai peningkatan kualitas karya ogoh-ogoh tidak terjadi secara instan. Di balik setiap karya terdapat proses panjang yang melibatkan kerja sama, kreativitas, dan semangat gotong royong para pemuda di banjar.
“Setiap ogoh-ogoh punya cerita. Ada yang bekerja sampai tengah malam, ada yang sampai beda pendapat lalu akhirnya sepakat lagi. Itulah seni kebersamaan yang tidak bisa dibeli,” ungkapnya.
Pemerintah Kabupaten Jembrana juga memberikan dukungan berupa bantuan pementasan sebesar Rp10 juta kepada masing-masing peserta yang masuk 15 besar. Sementara itu, hadiah utama yang diperebutkan dalam ajang ini mencapai Rp60 juta. Meski demikian, Bupati menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini bukan sekadar meraih kemenangan.
“Yang penting bukan siapa yang juara, tetapi bagaimana anak-anak muda kita merawat tradisi sambil tetap berani berkreasi,” ujarnya.
Untuk menjaga keadilan dalam penilaian, Bupati juga memberikan arahan khusus kepada dewan juri agar melakukan penilaian secara objektif tanpa intervensi.
“Siapa yang terbaik, itu yang menang. Saya tidak mau mengecewakan dedikasi anak-anak kita,” tegasnya.
Di akhir acara, Bupati mengajak masyarakat Jembrana memaknai momentum Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 sebagai waktu untuk melakukan introspeksi diri. Ia juga berharap keharmonisan dan toleransi antarumat beragama tetap terjaga, terlebih karena perayaan Nyepi tahun ini berdekatan dengan Hari Raya Idulfitri.
Rangkaian Masikian Fest 2026 masih berlangsung hingga 14 Maret 2026 di Gedung Kesenian Bung Karno, Jembrana. Masyarakat masih memiliki kesempatan untuk melihat lebih dekat karya-karya ogoh-ogoh finalis yang merepresentasikan kreativitas dan wajah seni generasi muda Jembrana.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5710 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4587 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2542 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2193 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2183 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan