Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
2.000 Dosis Vaksin PMK di Buleleng Telah Habis Disalurkan
BERITABALI.COM, BULELENG.
Sebanyak 2.000 dosis vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) telah habis disalurkan kepada hewan ternak sehat pada radius 3 sampai 10 kilometer dari wilayah kasus yaitu Desa Lokapaksa dan Desa Pejarakan, Buleleng.
Tidak hanya itu, sebanyak 5000 dosis vaksin juga telah didatangkan dari bantuan pemerintah pusat untuk menggenjot jumlah hewan ternak sehat yang tervaksinasi.
"Total di Buleleng sebanyak 7.000 dosis vaksin akan disalurkan kepada hewan ternak," ungkap Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Buleleng I Made Sumiarta pada Senin, (11/7).
Selain vaksinasi, cairan disinfektan juga disalurkan kepada para peternak untuk menjaga kandang dari potensi terpapar PMK. Sebanyak 2.000 liter cairan disinfektan disiapkan bersinergi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng dan Provinsi Bali.
"Selain itu, juga disiapkan bantuan sprayer sebanyak 12 pcs," sambungnya.
Baca juga:
Bupati Buleleng Dorong Digitalisasi Desa
Sedangkan untuk hewan ternak yang terpapar, Sumiarta sedang menyiapkan skema pemotongan bersyarat untuk hewan ternak yang terpapar.
Hal itu dilakukannya sembari menunggu regulasi dari pemerintah pusat terkait kompensasi yang diterima pemilik hewan ternak yang terdampak.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3353 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1305 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 918 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 839 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 677 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun