Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 18 Mei 2026
29 Hari Mengapung di Laut Akhirnya 2 Pria Diselamatkan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Selama 29 hari, dua orang pria dari Kepulauan Solomon mengapung di laut setelah pelacak GPS mereka berhenti bekerja, namun kini mereka telah diselamatkan saat ditemukan di lepas pantai Papua Nugini.
Dilansir The Guardian, Jumat (8/10/2021), mereka ditemukan saat berada sejauh 400km dari tempat perjalanan mereka dimulai. Dua pria tersebut, Livae Nanjikan dan Junior Qoloni berangkat dari Pulau Mono provinsi Barat, Kepulauan Solomon, pada pagi hari tanggal 3 September menggunakan sebuah perahu motor kecil.
Keduanya berencana melakukan perjalanan 200km ke selatan ke kota Noro di Pulau New Georgia, melewati pantai barat Pulau Vella Lavella dan Pulau Gizo yang berada di sebelah kiri untuk mereka ikuti.
“Kami telah melakukan perjalanan sebelumnya dan seharusnya baik-baik saja,” kata Nanjikan.
Laut Solomon, yang memisahkan Kepulauan Solomon dengan Papua Nugini, memang terkenal menyeramkan dan tidak dapat diprediksi, bahkan untuk pelaut berpengalaman, seperti Nanjikan. Baru beberapa jam perjalanan, mereka menghadapi hujan lebat dan angin kencang, yang membuat sulit untuk melihat garis pantai yang seharusnya mereka ikuti.
"Ketika cuaca buruk datang, itu buruk sekali, tetapi menjadi lebih menakutkan ketika GPS mati," katanya Nanjikan. "Kami tidak bisa melihat ke mana kami pergi, jadi kami memutuskan untuk menghentikan mesin dan menunggu, untuk menghemat bahan bakar." tambahnya.
Mereka bertahan hidup dengan jeruk yang mereka kemas untuk perjalanan, kelapa yang mereka kumpulkan dari laut dan menadangi air hujan menggunakan selembar kain terpal. Mereka yang telah mengapung selama 29 hari, akhirnya melihat seorang nelayan di lepas pantai New Britain, Papua Nugini.
Keduanya terlihat dalam kondisi lemah, sehingga ketika mereka tiba di kota Pomio pada tanggal 2 Oktober, mereka harus dibantu turun dari perahu dan ke rumah terdekat. Namun, kini mereka telah diperiksa di klinik kesehatan setempat dan sekarang tinggal bersama Joe Kolealo, penduduk setempat di Pomio.
Nanjikan mengatakan, bahwa ia telah mengambil beberapa hal positif dari pengalamannya mengapung di laut selama 29 hari, seperti istirahat dari kekacauan pandemi global. Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Kepulauan Solomon, yang berbasis di Papua Nugini, mengatakan bahwa mereka telah menghubungi Nanjikan agar kedua pria tersebut dapat kembali ke rumah.
Sumber: Liputan6.com
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1528 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1149 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1001 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 881 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah