Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
29 Hari Mengapung di Laut Akhirnya 2 Pria Diselamatkan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Selama 29 hari, dua orang pria dari Kepulauan Solomon mengapung di laut setelah pelacak GPS mereka berhenti bekerja, namun kini mereka telah diselamatkan saat ditemukan di lepas pantai Papua Nugini.
Dilansir The Guardian, Jumat (8/10/2021), mereka ditemukan saat berada sejauh 400km dari tempat perjalanan mereka dimulai. Dua pria tersebut, Livae Nanjikan dan Junior Qoloni berangkat dari Pulau Mono provinsi Barat, Kepulauan Solomon, pada pagi hari tanggal 3 September menggunakan sebuah perahu motor kecil.
Keduanya berencana melakukan perjalanan 200km ke selatan ke kota Noro di Pulau New Georgia, melewati pantai barat Pulau Vella Lavella dan Pulau Gizo yang berada di sebelah kiri untuk mereka ikuti.
“Kami telah melakukan perjalanan sebelumnya dan seharusnya baik-baik saja,” kata Nanjikan.
Laut Solomon, yang memisahkan Kepulauan Solomon dengan Papua Nugini, memang terkenal menyeramkan dan tidak dapat diprediksi, bahkan untuk pelaut berpengalaman, seperti Nanjikan. Baru beberapa jam perjalanan, mereka menghadapi hujan lebat dan angin kencang, yang membuat sulit untuk melihat garis pantai yang seharusnya mereka ikuti.
"Ketika cuaca buruk datang, itu buruk sekali, tetapi menjadi lebih menakutkan ketika GPS mati," katanya Nanjikan. "Kami tidak bisa melihat ke mana kami pergi, jadi kami memutuskan untuk menghentikan mesin dan menunggu, untuk menghemat bahan bakar." tambahnya.
Mereka bertahan hidup dengan jeruk yang mereka kemas untuk perjalanan, kelapa yang mereka kumpulkan dari laut dan menadangi air hujan menggunakan selembar kain terpal. Mereka yang telah mengapung selama 29 hari, akhirnya melihat seorang nelayan di lepas pantai New Britain, Papua Nugini.
Keduanya terlihat dalam kondisi lemah, sehingga ketika mereka tiba di kota Pomio pada tanggal 2 Oktober, mereka harus dibantu turun dari perahu dan ke rumah terdekat. Namun, kini mereka telah diperiksa di klinik kesehatan setempat dan sekarang tinggal bersama Joe Kolealo, penduduk setempat di Pomio.
Nanjikan mengatakan, bahwa ia telah mengambil beberapa hal positif dari pengalamannya mengapung di laut selama 29 hari, seperti istirahat dari kekacauan pandemi global. Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Kepulauan Solomon, yang berbasis di Papua Nugini, mengatakan bahwa mereka telah menghubungi Nanjikan agar kedua pria tersebut dapat kembali ke rumah.
Sumber: Liputan6.com
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3337 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1305 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 916 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 838 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 675 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun