Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
3 Anak Yatim Piatu di Gianyar Berjuang Lepas dari Kemiskinan
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Tiga bersaudara yatim piatu asal Banjar Purnadesa, Desa Siangan, Kecamatan Gianyar berjuang keras untuk lepas dari jurang kemiskinan. Selama hidup, mereka hanya diasuh kakek yang sudah sakit-sakitan.
Tiga saudara itu, yang paling besar bekerja sebagai buruh bangunan. Sedangkan anak kedua berjuang menjadi tukang sapu. Dan anak ketiga, Nyoman Angga Setiawan (14), masih duduk di bangku kelas II SMPN Gianyar.
Meski dalam keterbatasan ekonomi, mereka berusaha menjalani hidup. Yang bekerja tetap berusaha bekerja. Dan yang masih sekolah, berusaha belajar sebaik mungkin.
Guna meringankan nasib ketiga anak yatim itu, Kasat Binmas Polres Gianyar, AKP Gede Endrawan membantu sembako berupa beras. “Semoga bantuan ini meringankan keluarga ini,” ujar dia saat penyerahan sembako.
Baca juga:
Bocah Yatim Piatu Jadi Korban Pencabulan
Dia juga mengajak masyarakat lain yang memiliki rezeki lebih ikut berbagi. “Tidak perlu kita menunggu kaya untuk berbagi pada sesama, walaupun sedikit namun bisa meringankan beban mereka,” ujar Endrawan.
Atas bantuan sembako yang diberikan, pihak keluarga yang diwakili oleh mantan Bendesa adat mengucapkan terimakasih. Keluarga mengapresiasi program mulia polres membantu yang peduli terhadap anak yatim.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3368 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1305 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 918 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 840 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 678 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun