Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
33 Ribu Lebih Anak Usia Sekolah di Tabanan Akan Divaksin
BERITABALI.COM, TABANAN.
Pemerintah Kabupaten Tabanan akan melakukan vaksinasi Covid-19 pada sekitar 33.051 anak usia sekolah.
Vaksinasi ini akan segera berjalan paling lambat pada Januari 2022. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan dr I Nyoman Susila menyebutkan, vaksin untuk anak sebagian telah diberikan oleh Pemprov Bali sebanyak 27 ribu dosis.
“Jumlah sasaran vaksinasi kita di Tabanan sesuai data yang diberikan Dinas Pendidikan,” katanya, Selasa (14/12).
Sementara itu, Badan Intelijen Negara (BIN) telah melaksanakan vaksinasi Covid-19 anak usia 6-11 tahun di Tabanan. Vaksinasi dilaksanakan pada Rabu (15/12) di SDN 1 Dajan Peken.
Untuk tahap awal, vaksinasi akan diberikan pada 50 orang siswa dan nantinya didampingi para orang tua.
Susila mengatakan, vaksinasi anak usia 6-11 tahun akan diagendakan pada Januari 2022 sejalan dengan tuntasnya pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang ditarget Desember 2021.
Hanya saja, dengan adanya instruksi pemerintah pusat terkait dengan percepatan mulainya vaksinasi bagi anak usia 6-11 tahun, daerah mau tidak mau harus segera melakukan kegiatan tersebut.
Dimana di Kabupaten Tabanan sendiri, pelaksanaan vaksinasi dilakukan secara bertahap, dimulai di SDN 1 Dajan Peken dengan mendatangkan 50 orang siswa.
“Saat ini tim atau petugas kami masih menyelesaikan kegiatan imunisasi anak sekolah (BIAS) ini yang menyasar siswa kelas 1, 2 dan 5, karena target rampung kami untuk imunisasi ini sampai bulan Desember ini,” ujarnya.
Anak-anak yang mendapat imunisasi dari program BIAS, setelah dua minggu barulah bisa mendapatkan program vaksinasi Covid19.
“Sebenarnya percepatan bagus, hanya saja tim kami banyak yang sedang menyelesaikan BIAS jadi kemungkinan di bulan Januari baru sepenuhnya fokus untuk vaksinasi anak usia 6-11 tahun ini,” terangnya.
Terkait dengan vaksinasi anak 6-11 tahun ini, dr.Susila yang juga mantan Direktur RSUD Tabanan memaparkan sama halnya dengan vaksinasi remaja dan masyarakat umum, ada sejulah kondisi kesehatan anak yang memang tidak direkomendasikan untuk mendapatkan vaksinasi seperti anak dengan kondisi seperti defisiensi imun primer, penyakit autoimun tidak terkontrol, kemudian pasien anak kanker yang sedang menjalani kemoterapi/radioterapi.
Anak yang sedang mendapat pengobatan imunosupresan/sitostatika berat. Anak yang sedang demam 37,5 derajat Celsius atau lebih, baru sembuh dari Covid19 kurang dari 3 bulan. Pasca imunisasi lain kurang dari 1 bulan. Anak atau remaja sedang hamil. Memiliki hipertensi dan diabetes mellitus dan penyakit kronis lain atau kelainan kongenitas yang tidak terkendali.
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1455 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1102 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 947 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 840 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik