Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 15 Mei 2026
35 Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan di Karangasem Didominasi Pelecehan
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Maraknya kasus kekerasan pada perempuan dan anak yang terjadi belakangan ini di Karangasem sepertinya perlu mendapat perhatian serius dari semua pihak.
Apalagi dari puluhan kasus kekerasan pada perempuan dan anak yang terjadi, sebagian besar didominasi oleh kasus pelecehan bahkan 8 kasus diantaranya merupakan kasus pada anak di bawah umur.
Berdasarkan data UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Karangasem, hingga akhir Agustus tahun 2024 ini sedikitnya sudah ada 35 kasus kekerasan pada perempuan dan anak.
Dari 35 kasus tersebut, 20 kasus diantaranya adalah kasus kekerasan pada anak sedangkan 15 kasus lainnya adalah kasus kekerasan pada perempuan yang telah didampingi oleh UPTD PPA Karangasem.
"Per Agustus ini ada 35 kasus yang didampingi UPTD PPA, memang kecenderungan kasus pelecehan mengalami lonjakan di Karangasem, untuk korban kita dampingi baik saat pemeriksaan hingga dari sisi psikologisnya," kata Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Karangasem, Nyoman Budiartini dikonfirmasi, Rabu (4/9/2024).
Pihaknya sendiri tidak bisa memastikan apa penyebab kasus kekerasan khususnya pelecehan di Karangasem mengalami lonjakan pada tahun 2024 ini. Yang jelas ketika ada kasus yang berkaitan dengan tugas PPA maka pihaknya siap untuk mendampingi korban hingga memastikan kondisi psikologisnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1307 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1007 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 839 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 755 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik