Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
4 Catatan Suporter Bali United Terkait Tragedi Kanjuruhan
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Suporter Bali United ikut merasakan dampak tragedi di stadion Kanjuruhan Malang yang menyebabkan ratusan nyawa melayang. Derigen Serdadu Kota, Rachmat Arif, mengucapkan turut berduka cita atas banyaknya korban yang meninggal dunia.
“Tragedi kanjuruhan menjadi sejarah kelam dalam dunia olahraga Indonesia dan dunia,” ujar Arif, suporter pria asal Jalan Erlangga, Gianyar itu, Senin (3/10).
Arif memberikan empat catatan dalam tragedi tersebut. Satu, panpel tidak mencegah supporter hingga kapasitas stadion overload. Dua, pihak sponsor dalam hal ini yang menayangkan siaran langsung hanya mencari ratting.
“Padahal partai big match rawan terjadi gesekan dan benturan tetap dilaksanakan malam hari,” ujarnya.
Tiga, tindakan aparat yang terlalu agresif menembakkan gas air mata ke semua gate padahal beberapa gate terlihat tanpa ada gerakan anarkis. Empat, oknum supporter yang tidak bertanggung masuk ke dalam lapangan dan diamankan petugas keamanan hingga memicu isu dan kemarahan oknum suporter.
“Semoga menjadi catatan penting dan menjadi kajian untuk instropeksi ke depan untuk semua pihak. Nyawa lebih berharga,” ujar dia.
Dia mengajak seluruh suporter berdamai. “Salam damai untuk semua element suporter,” harapnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3394 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1310 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 921 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 843 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 683 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun