Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




40 Juta Masyarakat Indonesia Alami Keterbatasan Kredit Mikro

Nusa Dua

Senin, 28 Juli 2008, 12:46 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) menyampaikan, 40 juta masyarakat Indonesia mengalami keterbatasan dalam mendapatkan akses kredit mikro. Hal tersebut disampaikan SBY dalam pidatonya saat pembukaan The Asia-Pacific Regional Microcredit Summit 2008 (APRMS) di Hotel Westin, Nusa Dua, Senin (28/7).



SBY memyebutkan, salah satu faktor yang menjadi penyebab masyarakat terbatas dalam mendapatkan kredit mikro adalah faktor geografis dan infrastruktur yang terbatas, padahal pemerintah pada tahun ini menargetkan mengucurkan dana kredit usaha rakyat (KUR) mencapai 14 triliun rupiah.

Selain itu SBY mengakui, faktor lain yang menyebabkan keterbatasan masyarakat dalam mendapatkan akses kredit mikro yaitu kurangnya modal yang dimiliki lembaga penyalur kredit. "Banyak lembaga mikro kredit kekurangan modal dalam teknik penyaluran, mereka hanya menyediakan servis perbankan yang sangat dasar," ujar Presiden Susilo Bambang Yudoyono.



SBY juga beralasan, kebanyakan kredit mikro yang disalurkan ke kelompok-kelompok masyarakat bubar setelah kredit dicairkan sehingga peminjam tidak punya sumber lagi saat memerlukan dana yang dibutuhkan.



Presiden menyatakan, kredit mikro pada dasarnya memainkan peranan penting dalam memerangi kemiskinan, selain itu kredit mikro menjadi solusi utama dalam mengatasi ketidakmerataan dalam pembangunan.

Selain itu SBY menambahkan, Bank Dunia memprediksikan jika trend harga makanan dan minyak berlanjut maka 100 juta orang dipastikan akan kembali masuk ke dalam jurang kemiskinan, kondisi ini akan menyebabkan negara-negara di dunia mengalami goncangan, begitu juga target Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs) akan mundur 7 tahun dari target awal tahun 2015. (Mlt)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami