Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




495 Anjing di Bali Positif Rabies, Renggut 13 Korban Jiwa

Selasa, 15 Desember 2015, 10:05 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/file

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BANGLI.

Beritabali.com, Bangli. Keganasan serangan rabies di Bali sampai saat ini telah menelan sebanyak 13 korban jiwa. Sementara jumlah anjing yang terindikasi positif rabies jumlahnya mencapai 495 ekor. 
 
Demikian diungkapkan Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Propinsi Bali,  Ketut Gede Nata Kasuma, dalam acara pembukaan kegiatan vaksinasi massal di Sasana Budaya Giri Kusuma, Bangli, Senin ( 14/12/2015). 
 
Diakui, jumlah korban  yang meninggal akibat rabies memang  termasuk tinggi. Begitupula  jumlah anjing yang positif terjangkit rabies.
 
Disebutkan, temuan anjing positif rabies mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Dikatakan, tahun 2010  tercatat paling  tinggi yakni  302 anjing yang postif rabies, sementara tahun 2015 mengalami peningkatan  sebanyak 495  ekor. 
 
“Upaya kita untuk memutus mata rantai penularan rabies, telah kita lakukan dengan berbagai cara seperti vaksinasi dan eliminasi,”ujarnya.
 
 
Lebih lanjut, untuk vaksinasi massal akan kembali dilaksanakan selama lima hari dengan melibatkan  sebanyak 20 tim dari kabupaten / kota ( A-Team). Sasarannya, petugas akan menyasar anjing yang tercecer artinya yang belum tersentuh vaksinasi. Untuk tiap tim akan diperkuat  personil sebanyak 6 orang , dimana  4 orang tugasnya sebagai penangkap , 1 orang sebagai pencatatan dan 1 orang lagi sebagi vaksinatur.
 
Sementara soal populasi anjing di Bangli, sebutnya,  sesuai catatan sebanyak 45.000 ekor dengan rincian sebanyak 30.000 telah tervaksin , 5000 ekor dieliminasi. Sisanya 15.000 ekor belum  divaksinasi. 
 
“Sisa yang belum divaksin ini, akan kita sasar melalui program vaksinasi massal ini” jelasnya. 
 
Disinggung cakupan wilayah yang disasar, Nata Kesuma mengatakan wilayah Kintamani menjadi sasaran prioritas. Sebab, lanjut dia, populasi anjingnya paling tinggi dibandingkan kecamatan  lainnya. Meski demikian, pihaknya juga tidak akan mengabaikan kecamatan lain terutama yang masuk dalam zona merah rabies.[bbn/suaradewata]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/eng



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami