Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
495 Anjing di Bali Positif Rabies, Renggut 13 Korban Jiwa
Selasa, 15 Desember 2015,
10:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BANGLI.
Beritabali.com, Bangli. Keganasan serangan rabies di Bali sampai saat ini telah menelan sebanyak 13 korban jiwa. Sementara jumlah anjing yang terindikasi positif rabies jumlahnya mencapai 495 ekor.
Demikian diungkapkan Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Propinsi Bali, Ketut Gede Nata Kasuma, dalam acara pembukaan kegiatan vaksinasi massal di Sasana Budaya Giri Kusuma, Bangli, Senin ( 14/12/2015).
Diakui, jumlah korban yang meninggal akibat rabies memang termasuk tinggi. Begitupula jumlah anjing yang positif terjangkit rabies.
Disebutkan, temuan anjing positif rabies mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Dikatakan, tahun 2010 tercatat paling tinggi yakni 302 anjing yang postif rabies, sementara tahun 2015 mengalami peningkatan sebanyak 495 ekor.
“Upaya kita untuk memutus mata rantai penularan rabies, telah kita lakukan dengan berbagai cara seperti vaksinasi dan eliminasi,”ujarnya.
Lebih lanjut, untuk vaksinasi massal akan kembali dilaksanakan selama lima hari dengan melibatkan sebanyak 20 tim dari kabupaten / kota ( A-Team). Sasarannya, petugas akan menyasar anjing yang tercecer artinya yang belum tersentuh vaksinasi. Untuk tiap tim akan diperkuat personil sebanyak 6 orang , dimana 4 orang tugasnya sebagai penangkap , 1 orang sebagai pencatatan dan 1 orang lagi sebagi vaksinatur.
Sementara soal populasi anjing di Bangli, sebutnya, sesuai catatan sebanyak 45.000 ekor dengan rincian sebanyak 30.000 telah tervaksin , 5000 ekor dieliminasi. Sisanya 15.000 ekor belum divaksinasi.
“Sisa yang belum divaksin ini, akan kita sasar melalui program vaksinasi massal ini” jelasnya.
Disinggung cakupan wilayah yang disasar, Nata Kesuma mengatakan wilayah Kintamani menjadi sasaran prioritas. Sebab, lanjut dia, populasi anjingnya paling tinggi dibandingkan kecamatan lainnya. Meski demikian, pihaknya juga tidak akan mengabaikan kecamatan lain terutama yang masuk dalam zona merah rabies.[bbn/suaradewata]
Berita Premium
Reporter: bbn/eng
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3798 Kali
02
03
04
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1741 Kali
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026