Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 17 Agustus 2026
60 Penyintas dan Keluarga Korban Kanjuruhan Bakal Lapor ke Mabes Polri
beritabali.com/cnnindonesia.com/60 Penyintas dan Keluarga Korban Kanjuruhan Bakal Lapor ke Mabes Polri
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Sebanyak 60 orang penyintas maupun keluarga korban Tragedi Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, disebut mengaku siap melaporkan kejahatan kemanusiaan itu ke Mabes Polri. Pendamping Hukum Tim Gabungan Aremania (TGA), Anjar Nawan Yusky mengatakan, 60 orang itu bersedia melapor setelah pihaknya membuka Gerakan Suporter Lapor (Gaspol).
"Kami punya langkah kongkret melalui Gaspol. Sudah 60 saksi, korban dan keluarga korban yang merapat ke kami," kata Anjar, Jumat (11/11).
Anjar mengatakan para penyintas maupun keluarga korban meninggal Tragedi Kanjuruhan itu akan melakukan laporan langsung ke Mabes Polri.
"Kemungkinan pekan depan [pekan ini] jika tidak ada halangan, kami lapor ke Mabes Polri," ujarnya.
Laporannya ini, kata Anjar, tentu berbeda dengan laporan Model A milik penyidik kepolisian yang selama ini telah diproses di Polda Jatim.
"Kami konstruksi ke pasal yang tentu lebih konkret bukan yang selama ini bergulir," ucapnya.
Nantinya, pihaknya akan melaporkan pihak-pihak yangbertanggung jawab dalam Tragedi Kanjuruhan dengan Pasal 338 dan 340 KUHP tentang pembunuhan dan pembunuhan berencana. Mereka juga akan melaporkan tindakan penganiayaan dan kekerasan terhadap anak.
"Seperti pasal pembunuhan, penganiayaan dan pasal kekerasan terhadap anak yang jelas belum tersentuh sama sekali," kata dia.
Sementara itu, Sekjen Federasi KontraS yang turut menjadi pendamping hukum TGA, Andy Irfan menyebut, akan ada ribuan Aremania yang ikut melapor ke Mabes Polri.
Pihaknya juga akan melapor ke Komnas Perlindungan Anak dan Komnas Perlindungan Perempuan. Sebab, banyak di antara korban masih berusia anak-anak dan tak sedikit pula yang perempuan.
"Ratusan korban itu dari banyak kalangan. Perempuan tak bersalah hingga anak kecil tak bersalah juga menjadi korban dari tembakan gas air mata itu. Saya yakin semakin hari semakin banyak yang bakal melapor," kata Andy.
Andy berharap laporan yang bakal dilayangkan Aremania ini bisa diterima pihak Mabes Polri. Sebab, kata dia, beberapa waktu lalu laporan tujuh keluarga korban malah ditolak di Polda Jatim.
"Ada banyak pasal yang bisa dirunutkan dalam peristiwa Kanjuruhan ini. Tapi sayangnya polisi tampak masih menyembunyikan itu dan bertindak tak lebih dari apa yang sudah mereka skenario kan sejak awal," katanya.
Oleh karena itu, Andy mendorong pihak kepolisian untuk bertindak profesional dalam menangani kasus Tragedi Kanjuruhan ini.
"Karena apa yang dilakukan polisi selama ini belum menjawab keadilan sama sekali. Tidak memenuhi rasa keadilan bagi korban maupun keluarga korban serta seluruh komunitas Aremania," katanya.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4561 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2361 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2016 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1624 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1065 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun