Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




7 Hari Pencarian, Remaja Terseret Banjir di Banjar Buleleng Belum Ditemukan

Kamis, 12 Maret 2026, 20:14 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/7 Hari Pencarian, Remaja Terseret Banjir di Banjar Buleleng Belum Ditemukan.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Upaya pencarian terhadap remaja yang terseret banjir bandang di Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, atas nama Putu Wini (17), resmi dihentikan pada hari ketujuh, Kamis (12/3/2026). Hingga penutupan operasi, tim SAR belum berhasil menemukan korban.

Koordinator Pos SAR Buleleng, Kadek Donny Indrawan, mengatakan proses pencarian telah dilakukan secara maksimal sejak hari pertama kejadian.

“Pencarian sudah kami lakukan hingga hari ketujuh. Kami sudah menyampaikan kepada pihak keluarga bahwa upaya yang dilakukan sudah maksimal,” ujarnya.

Tim SAR melakukan pencarian dengan menyisir sejumlah titik di darat yang diduga menjadi lokasi korban terseret arus banjir. Dalam proses tersebut, tim sempat mencium aroma tidak sedap yang diduga berasal dari jenazah korban.

Temuan itu kemudian ditindaklanjuti dengan pembongkaran menggunakan alat berat di lokasi yang dicurigai. Namun setelah dilakukan pemeriksaan, hasilnya tidak menemukan keberadaan korban.

Selain pencarian di darat, tim SAR juga melakukan penyisiran di wilayah perairan. Area pencarian diperluas hingga ke perairan Temukus dan Seririt di Kabupaten Buleleng.

“Kami sudah melakukan penyisiran sampai ke perairan Temukus dan Seririt. Namun sampai saat ini hasilnya masih nihil,” jelasnya.

Pihak SAR juga telah menyampaikan informasi kepada masyarakat serta para nelayan di wilayah pesisir agar segera melapor apabila menemukan tanda-tanda yang mengarah pada keberadaan korban.

Selama proses pencarian, tim menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Salah satunya adalah kondisi cuaca yang sempat kurang mendukung pada awal operasi.

Selain itu, lokasi kejadian juga dipenuhi tumpukan sampah serta material banjir yang cukup tebal sehingga menyulitkan proses pencarian dan memerlukan bantuan alat berat.

“Kendala di awal adalah cuaca. Belakangan juga banyak tumpukan sampah dan material, sehingga kami harus menggunakan alat berat untuk mengoptimalkan pencarian,” katanya.

Meski operasi pencarian resmi dihentikan, tim SAR memastikan tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan di lapangan.

“Kami sudah koordinasi dengan keluarga dan mereka memahami. Walaupun operasi ditutup, kami tetap memantau apabila ada informasi baru,” tandas Donny.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rat



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami