Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
7 Hari Pencarian, Remaja Terseret Banjir di Banjar Buleleng Belum Ditemukan
BERITABALI.COM, BULELENG.
Upaya pencarian terhadap remaja yang terseret banjir bandang di Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, atas nama Putu Wini (17), resmi dihentikan pada hari ketujuh, Kamis (12/3/2026). Hingga penutupan operasi, tim SAR belum berhasil menemukan korban.
Koordinator Pos SAR Buleleng, Kadek Donny Indrawan, mengatakan proses pencarian telah dilakukan secara maksimal sejak hari pertama kejadian.
“Pencarian sudah kami lakukan hingga hari ketujuh. Kami sudah menyampaikan kepada pihak keluarga bahwa upaya yang dilakukan sudah maksimal,” ujarnya.
Tim SAR melakukan pencarian dengan menyisir sejumlah titik di darat yang diduga menjadi lokasi korban terseret arus banjir. Dalam proses tersebut, tim sempat mencium aroma tidak sedap yang diduga berasal dari jenazah korban.
Temuan itu kemudian ditindaklanjuti dengan pembongkaran menggunakan alat berat di lokasi yang dicurigai. Namun setelah dilakukan pemeriksaan, hasilnya tidak menemukan keberadaan korban.
Selain pencarian di darat, tim SAR juga melakukan penyisiran di wilayah perairan. Area pencarian diperluas hingga ke perairan Temukus dan Seririt di Kabupaten Buleleng.
“Kami sudah melakukan penyisiran sampai ke perairan Temukus dan Seririt. Namun sampai saat ini hasilnya masih nihil,” jelasnya.
Pihak SAR juga telah menyampaikan informasi kepada masyarakat serta para nelayan di wilayah pesisir agar segera melapor apabila menemukan tanda-tanda yang mengarah pada keberadaan korban.
Selama proses pencarian, tim menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Salah satunya adalah kondisi cuaca yang sempat kurang mendukung pada awal operasi.
Selain itu, lokasi kejadian juga dipenuhi tumpukan sampah serta material banjir yang cukup tebal sehingga menyulitkan proses pencarian dan memerlukan bantuan alat berat.
“Kendala di awal adalah cuaca. Belakangan juga banyak tumpukan sampah dan material, sehingga kami harus menggunakan alat berat untuk mengoptimalkan pencarian,” katanya.
Meski operasi pencarian resmi dihentikan, tim SAR memastikan tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan di lapangan.
“Kami sudah koordinasi dengan keluarga dan mereka memahami. Walaupun operasi ditutup, kami tetap memantau apabila ada informasi baru,” tandas Donny.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5921 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4641 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2611 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2267 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan