Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 12 Juni 2026
Ada Bibit Siklon Tropis, Apa Berpengaruh di Bali?
BERITABALI.COM, BADUNG.
BMKG telah memonitor perkembangan bibit siklon tropis (Sistem Depresi Tropis 04W) yang terdeteksi tumbuh pada tanggal 30 Mei 2021, pukul 07.00 WIB) di sekitar Samudera Pasifik Barat daya sebelah Timur-Tenggara Filipina (5.9° LU 133.1°BT).
Kecepatan angin maksimum di sekitar Sistem Depresi Tropis tersebut (Sistem 04W) mencapai 30 knot (56 km/jam), dan tekanan udara minimumnya mencapai 1004 hPa. Berdasarkan pantauan citra satelit cuaca Himawari-8, teridentifikasi aktivitas awan konvektif yang signifikan dan presisten dalam 6 jam terakhir di sekitar Sistem 04W.
Pergerakan Sistem 04W menunjukkan ke arah Barat hingga Barat Laut menjauhi wilayah Indonesia dengan potensi untuk tumbuh menjadi siklon tropis.
Terkait hal tersebut Prakirawan BBMKG Wilayah III Denpasar, Luh Eka Arisanti, saat dikonfirmasi Via WA, Senin (31/5) di Badung menjelaskan secara singkat terkait kondisi tersebut. Dalam analisanya perkembangan bibit siklon tropis (Sistem Depresi Tropis 04W) yang terdeteksi pada 30 Mei 2021 tersebut secara umum tidak mempengaruhi kondisi cuaca di Bali.
"Hal tersebut disebabkan lokasinya cukup jauh. Tidak berpengaruh terhadap Bali," ungkapnya.
Sedangkan terkait prakiraan cuaca tiga hari kedepan di wilayah Bali secara umum cerah berawan dan berpeluang hujan secara tidak merata di Bali bagian tengah.
Sedangkan, untuk prakiraan tinggi gelombang khususnya untuk perairan utara Bali selama tiga hari kedepan berkisar antara 0,5 sampai 1,5 meter dan di perairan selat Bali diperkirakan sekitar sekitar 1 sampai 4 meter.
"Untuk mewaspadai tinggi gelombang laut mencapai 2 meter atau lebih yaitu, terjadi di selat Bali bagian selatan, selat Badung, selat Lombok bagian selatan serta Samudra Hindia Selatan Bali," tutupnya.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli