Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Adegan Cekik, Kakek Korban Kesurupan
Canggu
BERITABALI.COM, BADUNG.
Rekontruksi kasus pembunuhan anak kandung, Jumat (07/12) di Banjar Canggu Kuta Utara, berjalan lancar. Tersangka Nengah Budiana (35) sesekali terlihat menangis memperagakan cara membunuh anaknya Putu Agus Darma Putra (70) dengan sadis didalam kamar. Rekontruksi yang berjalan 14 adegan itu, diwarnai kesurupan kakek korban, Nyoman Retya.
Reka ulang yang berlangsung di rumah tersangka di Banjar Canggu dimulai sekitar pukul 09.00 Wita. Petugas tidak memborgol tersangka Nengah Budiana. Kendati demikian, dua petugas reskrim Polsek Kuta Utara memegang erat kedua tangannya agar tersangka tidak berulah saat rekontruksi.
Rekontruksi yang berjalan 14 adegan itu, sedikit melenceng dari berkas acara pemeriksaan (BAP). Faktanya, tersangka koorperatif memperbaiki adegan bila ada penyidik yang salah memperagakan.
“Bukan begitu caranya, yang benar begini, saat anak saya tidur di atas tempat tidur,†kata tersangka sambil menurunkan kedua kaki penyidik yang saat itu mengangkat kedua kakinya.
Dalam peragaan itu, terlihat, tersangka menangis. Namun dia berusaha menutupinya. Dan, sesekali dia mengusap-usap matanya yang basah.
Dikatakannya, bahwa anaknya saat itu sedang nonton TV sambil menggambar. Lalu, anaknya rewel menanyakan ibunya yang tidak pulang. Rewelan Putu Agus Darma Putra yang mencari ibunya, seringkali didengar tersangka dan membuatnya jengkel.
Pada adegan ke 2 inilah tersangka emosi. Tersangka langsung mencekik leher anaknya sekuat tenaga, sehingga anaknya lemas tak berdaya di atas tempat tidur.
Ada yang menarik dari adegan ke 2 ini. Dimana, saat tersangka memperagakan mencekik anaknya, kakek korban (Nyoman Retya) yang berada di halaman, tiba-tiba kerauhan. Pemangku di banjar setempat itu, tiba-tiba menelan api dupa ke mulutnya, tapi berhasil dicegah keluarga.
Di adegan ke 5, tersangka kalap dan mengambil parang serta-merta langsung menghujam perut darah dagingnya sendiri hingga ususnya terburai. Di adegan ke 6, tersangka berniat bunuh diri. Parang yang dipakai membunuh anaknya, dihujam ke perutnya sendiri. Namun gagal. Tersangka berjalan tertatih-tatih keluar kamar sambil memegang perutnya yang berlumuran darah.
Usai memperagakan adegan terakhir (adegan 14), tersangka pamit kepada keluarganya yang menanti di halaman rumah. Tersangka minta maaf kepada bapak kandungnya yakni kakek korban dan menyesali perbuatannya. Permintaan maaf dari tersangka diwarnai hujan tangis. Toh begitu, keluarga tersangka merelakan kejadian itu dan meminta agar tersangka tabah selama menjalani persidangan. (che)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3819 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1764 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang