Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Adegan Cekik, Kakek Korban Kesurupan
Canggu
BERITABALI.COM, BADUNG.
Rekontruksi kasus pembunuhan anak kandung, Jumat (07/12) di Banjar Canggu Kuta Utara, berjalan lancar. Tersangka Nengah Budiana (35) sesekali terlihat menangis memperagakan cara membunuh anaknya Putu Agus Darma Putra (70) dengan sadis didalam kamar. Rekontruksi yang berjalan 14 adegan itu, diwarnai kesurupan kakek korban, Nyoman Retya.
Reka ulang yang berlangsung di rumah tersangka di Banjar Canggu dimulai sekitar pukul 09.00 Wita. Petugas tidak memborgol tersangka Nengah Budiana. Kendati demikian, dua petugas reskrim Polsek Kuta Utara memegang erat kedua tangannya agar tersangka tidak berulah saat rekontruksi.
Rekontruksi yang berjalan 14 adegan itu, sedikit melenceng dari berkas acara pemeriksaan (BAP). Faktanya, tersangka koorperatif memperbaiki adegan bila ada penyidik yang salah memperagakan.
“Bukan begitu caranya, yang benar begini, saat anak saya tidur di atas tempat tidur,†kata tersangka sambil menurunkan kedua kaki penyidik yang saat itu mengangkat kedua kakinya.
Dalam peragaan itu, terlihat, tersangka menangis. Namun dia berusaha menutupinya. Dan, sesekali dia mengusap-usap matanya yang basah.
Dikatakannya, bahwa anaknya saat itu sedang nonton TV sambil menggambar. Lalu, anaknya rewel menanyakan ibunya yang tidak pulang. Rewelan Putu Agus Darma Putra yang mencari ibunya, seringkali didengar tersangka dan membuatnya jengkel.
Pada adegan ke 2 inilah tersangka emosi. Tersangka langsung mencekik leher anaknya sekuat tenaga, sehingga anaknya lemas tak berdaya di atas tempat tidur.
Ada yang menarik dari adegan ke 2 ini. Dimana, saat tersangka memperagakan mencekik anaknya, kakek korban (Nyoman Retya) yang berada di halaman, tiba-tiba kerauhan. Pemangku di banjar setempat itu, tiba-tiba menelan api dupa ke mulutnya, tapi berhasil dicegah keluarga.
Di adegan ke 5, tersangka kalap dan mengambil parang serta-merta langsung menghujam perut darah dagingnya sendiri hingga ususnya terburai. Di adegan ke 6, tersangka berniat bunuh diri. Parang yang dipakai membunuh anaknya, dihujam ke perutnya sendiri. Namun gagal. Tersangka berjalan tertatih-tatih keluar kamar sambil memegang perutnya yang berlumuran darah.
Usai memperagakan adegan terakhir (adegan 14), tersangka pamit kepada keluarganya yang menanti di halaman rumah. Tersangka minta maaf kepada bapak kandungnya yakni kakek korban dan menyesali perbuatannya. Permintaan maaf dari tersangka diwarnai hujan tangis. Toh begitu, keluarga tersangka merelakan kejadian itu dan meminta agar tersangka tabah selama menjalani persidangan. (che)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5897 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4624 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2592 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2234 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2209 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan