Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 27 September 2026
Akademisi Ingatkan Tidak Samakan Pemutusan Internet Dengan Nyepi Siaran
Usulan Pemutusan Internet Saat Nyepi
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Akademisi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Universitas Udayana Dr. Ni Made Ras Amanda Gelgel, S.Sos, M.Si mengingatkan untuk tidak menyamakan usulan pemutusan internet saat Nyepi dengan penghentian siaran saat Nyepi atau Nyepi siaran yang sudah berjalan selama ini. Mengingat kedua fenomena tersebut memiliki dasar alasan yang berbeda. Hal tersebut disampaikan Amanda saat dikonfirmasi di Denpasar pada Selasa (6/3).
[pilihan-redaksi]
Menurut Amanda, penghentian siaran saat Nyepi atau Nyepi siaran lebih karena isi siaran ditentukan oleh lembaga penyiaran dan masyarakat sebagai penonton hanya bersikap pasif. Apalagi lembaga penyiaran dalam operasionalnya menggunakan frekuensi publik.
“Kalau media online dengan internet, mau share apa, mau cari apa yang menentukan ya kita, sebenarnya gatekeepernya di kita yang sebagai pengguna,” tegas Amanda.
Amanda mengungkapkan bahwa media sosial sifatnya interaktif, karena penggunanya sekaligus sebagai sumbernya. Sehingga pada saat pelaksanaan Nyepi menjadi ujian bagi pengguna yang melaksanakan Nyepi untuk menahan diri dengan tidak posting, share atau like.
“Yakin ini kita masyarakat beradab, Masa kita Hindu Bali harus sampai pihak ketiga yang membatasi,” papar Amanda.
[pilihan-redaksi2]
Amanda berharap usulan pemutusan internet saat Nyepi bukan hanya karena ketakutan akan adanya posting atau selfi yang aneh-aneh. Sebab kasus seperti itu hanya satu dari sekian banyak kasus yang sering muncul akibat salah dalam penggunaan akses internet.
“Sama kayak gini, Nyepi telepon dimatikan gak? Gak kan, nah kendalinya ada di kita, apa akan menggunakan atau tidak, itu logikannya,” papar Amanda.
Sementara pengamat Budaya I Made Nurbawa mengaku sangat sedih dengan adanya usulan pemutusan internet saat Nyepi. Mengingat seolah-olah urusan moral dan keyakinan sudah mulai diatur oleh negara.
“Artinya kini untuk melaksanakan Catur Brata harus melibatkan Kominfo,” kata Made Nurbawa. [bbn/mul]
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8475 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5825 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3650 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2479 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar