Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Al Jazeera Usai Jurnalis Tewas Akibat Israel: Pembunuhan Sistematis
BERITABALI.COM, DUNIA.
Al Jazeera Media Network mengungkapkan operator kamera Samer Abudaqa tewas akibat serangan udara Israel pada Jumat (15/12). Serangan tersebut juga membuat kepala biro Gaza, Wael Al-Dahdouh, di Khan Younis terluka.
Dalam keterangan tertulis, mereka meminta pertanggungjawaban Israel atas kejadian nahas terhadap awak media.
"The Network ini meminta pertanggungjawaban Israel atas penargetan dan pembunuhan secara sistematis terhadap jurnalis Al Jazeera dan keluarganya," demikian pernyataan tersebut," tulis Al Jazeera pada Sabtu (16/12).
Al Jazeera memberitakan Abudaqa awalnya terluka di lantai sekolah Khan Younis setelah terkena pecahan peluru. Namun, paramedis tidak bisa segera menghubunginya akibat penembakan Israel.
Sehingga, upaya untuk mengatur pertolongan darurat bagi Abudaqa memakan waktu lebih dari lima jam. Ketika petugas medis tiba, jurnalis tersebut telah meninggal dunia.
Sementara itu, CNN tidak dapat memverifikasi secara independen tuduhan tersebut. CNN telah menghubungi pihak militer Israel untuk meminta komentar, namun belum mendapatkan tanggapan.
Menurut data Committee to Protect Journalists (CPJ), Abudaqa adalah jurnalis Al Jazeera pertama yang terbunuh dalam konflik Israel-Hamas sejak 7 Oktober.
CPJ menyebut empat wartawan Al Jazeera lainnya terluka, termasuk tiga orang di Lebanon selatan dan Dahdouh, yang juga kehilangan istri, anak perempuan, anak laki-laki, dan cucunya dalam serangan Israel di Khan Younis akhir Oktober lalu.
Al Jazeera menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Abudaqa di Gaza dan Belgia dalam pernyataannya, yang juga menuntut pertanggungjawaban dari Israel.
"Al Jazeera mendesak masyarakat internasional, organisasi kebebasan media, dan Mahkamah Pidana Internasional untuk segera mengambil tindakan guna meminta pertanggungjawaban pemerintah dan militer Israel atas tindakan pembantaian dan kejahatan terhadap kemanusiaan ini," katanya.
Serangan tersebut juga menewaskan seorang jurnalis Palestina lainnya, Rami Budair, dan tiga anggota tim pertahanan sipil.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3543 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1324 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 923 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 847 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 691 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun