Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 14 September 2026
Anak Babi Kepala Dua Hebohkan Warga
BERITABALI.COM, TABANAN.
Warga banjar Rejasa Kelod, Desa Rejasa, Kecamatan Penebel, Tabanan digegerkan dengan anak babi bekepala dua. Babi bekelamin betina itu lahir Kamis (9/1) di kandang babi milik I Made Sumandia. Berita lahirnya babi berkepala dua tersebut, langsung menyebar luas di jejaring sosial. Tak pelak warga seantero Tabanan pun dibuat geger.
I Made Sumandia , pemilik babi berkepala dua Jumat (10/1) mengatakan yang pertama mengetahui lahirnya babi berkepala dua itu adalah istrinya Ni Nengah Sulistiawati. Dari 5 ekor kucit (anak babi) yang dilahirkan dari induk babi yang dipeliharanya, kucit yang nomor empat berkepala dua.
“Kucit keempat yang berkepala dua lahir sekitar pukul 11 siang,” jelasnya. Dikatakanya, peristiwa lahirnya babi berkepala dua ini baru pertama kali dialaminya sejak berternak babi. Dan jumlah kucit yang lahir pun jumlahnya lebih sedikit.
“Biasanya induk babi saya beranak sampai 13 ekor,” jelas PNS di BP3K Penebel ini. Ia mengatakan tidak ada firasat, kalau babinya akan melahirkan kucit berkepala dua. Dengan lahirnya kucit berkepala dua, banyak warga yang berdatangan untuk melihat dari dekat karena penasaran.
Kucit berkepala dua ini, selain pada bagian kepala seluruh anggota tubuhnya normal. Keanehannya mulai dari leher yang kepalanya bercabang dua. Sehingga menjadikan kucit ini bermulut dua, bermata empat dan bertelinga empat. Sementara kakinya berjumlah empat kaki. Namun sayang kucit kepala dua itu hanya mampu hidup selama 9 jam yang kemudian mati.
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3396 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 1936 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 1848 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan