Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 2 November 2026
Anak Babi Kepala Dua Hebohkan Warga
BERITABALI.COM, TABANAN.
Warga banjar Rejasa Kelod, Desa Rejasa, Kecamatan Penebel, Tabanan digegerkan dengan anak babi bekepala dua. Babi bekelamin betina itu lahir Kamis (9/1) di kandang babi milik I Made Sumandia. Berita lahirnya babi berkepala dua tersebut, langsung menyebar luas di jejaring sosial. Tak pelak warga seantero Tabanan pun dibuat geger.
I Made Sumandia , pemilik babi berkepala dua Jumat (10/1) mengatakan yang pertama mengetahui lahirnya babi berkepala dua itu adalah istrinya Ni Nengah Sulistiawati. Dari 5 ekor kucit (anak babi) yang dilahirkan dari induk babi yang dipeliharanya, kucit yang nomor empat berkepala dua.
“Kucit keempat yang berkepala dua lahir sekitar pukul 11 siang,” jelasnya. Dikatakanya, peristiwa lahirnya babi berkepala dua ini baru pertama kali dialaminya sejak berternak babi. Dan jumlah kucit yang lahir pun jumlahnya lebih sedikit.
“Biasanya induk babi saya beranak sampai 13 ekor,” jelas PNS di BP3K Penebel ini. Ia mengatakan tidak ada firasat, kalau babinya akan melahirkan kucit berkepala dua. Dengan lahirnya kucit berkepala dua, banyak warga yang berdatangan untuk melihat dari dekat karena penasaran.
Kucit berkepala dua ini, selain pada bagian kepala seluruh anggota tubuhnya normal. Keanehannya mulai dari leher yang kepalanya bercabang dua. Sehingga menjadikan kucit ini bermulut dua, bermata empat dan bertelinga empat. Sementara kakinya berjumlah empat kaki. Namun sayang kucit kepala dua itu hanya mampu hidup selama 9 jam yang kemudian mati.
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 485 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 391 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 329 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan