Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Anies Baswedan Kunjungi Air Terjun Suwat, Ini Masukannya ke Pengelola
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan berkunjung ke Air Terjun Suwat di Desa Suwat, Kecamatan Gianyar, Rabu (26/4). Di Suwat, Anies sempat naik rakit dan berfoto dengan latar belakang air terjun.
“Saya senang sekali bisa sampai di air terjun Suwat. Kami awalnya lihat di online, fotonya bagus. Ternyata sampai disini, lebih bagus dari fotonya,” ujar Anies, lewat rekaman video pengelola air terjun Suwat.
Di air terjun, Anies sempat bermain rakit dan mendayung. Selama di atas rakit, petugas di Suwat siaga. “Suasana disini alami,” ujarnya.
Kepada pengelola, Anies berpesan untuk membuat jalan setapak menuju air terjun yang lebih aman. Karena, untuk diketahui, sampai di bawah, menuju air terjun perlu naik bongkahan batu raksasa.
”Kalau untuk orang muda masih bisa. Namun bagi lansia perlu jalur yang baik,” pesannya.
Anies yang kini digadang-gadang jadi bakal calon presiden itu mengajak rekan-rekannya berkunjung ke Suwat.
Sementara itu, pengelola Suwat Waterfall, Ngakan Putu Suardika mengapresiasi kunjungan Anies Baswedan. Pihak pengelola bangga Suwat dikunjungi tokoh nasional sekaliber Anies.
“Kami berterima kasih atas kunjungan bapak. Semoga waterfall kami kian dikenal luas,” ujarnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 872 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 869 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 795 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 446 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 399 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun