Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Senin, 2 November 2026
ARFC 2016 digelar di Bali
Kamis, 24 November 2016,
06:41 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Beritabali.com - Gianyar. The Fourth Asian Forum on The Rights of The Child 2016 (ARFC 2016) merupakan agenda rutin setiap dua tahun yang dilaksanakan sebagai wadah untuk bertukar informasi, prestasi dan membahas permasalahan dan upaya-upaya untuk pemenuhan hak-hak anak di Asia. ARFC 2016 digelar di Bali Safari Marine Park, Gianyar, Rabu (23/11). Diikuti oleh delegasi dari negara – negara lain, diantaranya Jepang, Korea Selatan, Cambodia, Philiphines, Mongolia, Nepal, India. Peserta konfederasi terdiri dari wakil pemerintahan, universitas, dunia usaha, dam lembaga masyarakat yang bergerak di bidang anak.
Ketua Konferensi ARFC 2016 Lenny Rosalin mengatakan, ARFC 2016 adalah lanjutan dari tiga forum, yang sebelumnya telah berlangsung di Seoul (2009), Tokyo (2011), dan Ulaanbaatar (2014). Bertujuan untuk menjamin hak – hak anak, menyampaikan prestasi dari negara Asia dalam upaya perlindungan anak di tingkat nasional dan regional, mengidentifikasi tantangan yang muncul, dan mencari peluang kerjasama lebih lanjut.
"Substansinya focus kepada Kota Layak Anak (KLA). Selama forum berlangsung, panel akan mengeksplorasikan secara mendalam pendekatan dan praktek terbaik untuk membangun pemenuhan hak di tingkat Asia. Di penghujung panel, selanjutnya kami akan membuat rekomendasi resmi dalam bentuk Deklarasi,"ungkap Deputi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI tersebut.
Menteri PPPA Ri Yohana Yembise mengatakan, Indonesia sebagai anggota PBB telah ikut meratifikasi Konvensi Hak Anak (KHA) pada tahun 1990, untuk memastikan komitmen Indonesia dalam implementasi dan wujud nyata pemenuhan dan perlindungan hak anak.
"Indonesia juga berkomitmen mendukung gerakan global “World Fit for Children. Kredit khusus saya berikan untuk komitmen Gianyar yang sangat baik progresnya dalam upaya menuju KLA. Saya harap forum ini dapat dimanfaatkan sebagai ajang pertunjukkan oleh delegasi dunia, bahwa Gianyar memang sangat layak menyandang predikat tersebut” melalui pembangunan KLA," tegasnya.
Kepala Bappeda Kabupaten Gianyar Made Wisnu Wijaya, mewakili Bupati Gianyar mengatakan, selain memang berkomitmen kuat untuk mewujudkan KLA, masyarakat di Bali, khususnya Kabupaten Gianyar yang memang mayoritas beragama Hindu senantiasa menjaga nilai tradisi dan budaya, bahwa anak adalah harta yang paling berharga dalam keluarga. Maka dari itu, sang anak sejak lahir hingga tumbuh dan menikah selalu diupacarai sebagai tanda penghormatan.
“Serangkaian upacara tersebut adalah bentuk penghargaan tertinggi atas lahirnya sang anak, dan diharapkan anak tersebut tumbuh menjadi pribadi yang taat dan berbakti terhadap kehidupan. Di mana nantinya generasi inilah yang mengemban tanggung jawab melanjutkan cita-cita bangsa ini," jelasnya.[ari/wrt]
Berita Gianyar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
02
03
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 529 Kali
04
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 391 Kali
05
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 379 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026