Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Armada Gantung Diri di Pohon Cengkeh
Beritabali.com, Gobleg
BERITABALI.COM, BULELENG.
Diduga lantaran sakit hati setelah bertengkar dengan sang istri, seorang suami ditemukan tergantung di kebun cengkeh tidak jauh dari rumahnya di Dusun Unusan Desa Gobleg Kecamatan Banjar Buleleng.
Aksi nekat dengan cara gantung diri tersebut dilakukan Ketut Armada (40) warga Dusun Unusan, Desa Gobleg, Kecamatan Banjar.
Peristiwa ini diketahui pertama kali oleh anaknya Gede Dedi Surydiatama, di kebun cengkeh, tak jauh dari rumah korban
“Tidak ada tanda-tanda kekerasan lain, kecuali adanya luka jeratan tali pada leher korban dan ini masih kita selidiki, namun dari kesaksian menyebutkan korban sempat bertengkar dengan
istrinya,â€ungkap Perwira Humas Polres Buleleng, Kompol I Made Sudirsa Minggu (27/9).
Dari hasil penyelidikan, aksi gantung diri yang dilakukan korban, diduga kuat karena rasa sakit hati korban setelah bertengkar hebat dengan istrinya, Wayan Kerani.
Seusai ribut dengan istrinya, korban pergi dengan membawa pisau besar menuju kebun.
Karena tidak pulang pada siang hari, anak korban, Gede Dedi Surydiatama akhirnya melakukan pencarian ke kabun dan mendapati korban sudah meninggal dunia, tergantung menggunakan tali plastik di pohon cengkeh. (sas)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 844 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 772 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 744 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 392 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 375 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun