Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 14 Agustus 2026
AS Diam-Diam Minta Ukraina Negosiasi dengan Rusia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Amerika Serikat (AS) dikabarkan diam-diam meminta Ukraina melakukan negosiasi dengan Rusia. Gedung Putih juga meminta Ukraina membatalkan persyaratannya yakni ingin bernegosiasi dengan Moskow apabila Presiden Rusia Vladimir Putin lengser.
Dalam laporan Washington Post pada Sabtu (5/11), disebutkan bahwa permintaan itu bukan ditujukan untuk mendorong Kyiv ke meja perundingan bersama Rusia, melainkan untuk memastikan Ukraina tetap mendapat dukungan dari negara-negara yang khawatir perang semakin meluas.
Para pejabat AS disebut mengakui Putin saat ini tidak bisa diajak bernegosiasi. Kendati demikian, pernyataan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky soal tak ingin bicara dengan Putin membuat sejumlah negara seperti Eropa, Afrika, dan Amerika Latin khawatir perang akan semakin berimbas pada ketersediaan bahan pangan dan bahan bakar dunia.
"Kelelahan Ukraina adalah hal yang nyata bagi beberapa mitra kami," kata seorang pejabat yang tidak ingin disebutkan namanya, seperti dikutip Washington Post melalui Reuters, Minggu (6/11).
Laporan itu juga menyebut bahwa pemerintahan Biden kini dalam posisi sulit terkait masalah di Ukraina. Meski begitu, para pejabat berkomitmen bahwa AS akan tetap mendukung Kyiv dan memberikan bantuan yang memadai.
Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih sejauh ini tak memberikan tanggapan apapun atas laporan tersebut. Sementara, juru bicara Departemen Luar Negeri menyatakan pihaknya berulang kali mendesak Rusia untuk menghentikan serangan dan menarik pasukan jika ingin bernegosiasi.
"Kami telah mengatakan sebelumnya dan akan mengatakannya lagi: Tindakan berbicara lebih keras daripada kata-kata (re: apa yang seseorang lakukan itu jauh lebih penting ketimbang apa yang orang itu katakan). Jika Rusia siap untuk bernegosiasi, Rusia harus menghentikan bom dan misilnya serta menarik pasukannya dari Ukraina," kata juru bicara departemen tersebut.
Ia juga menyampaikan Kremlin selama ini tak terlihat ingin melakukan negosiasi. Sebab, negara itu justru terus menerus meningkatkan intensitas perang di Ukraina.
"Kremlin terus meningkatkan perang ini. Kremlin telah menunjukkan keengganannya untuk secara serius terlibat dalam negosiasi bahkan sebelum meluncurkan invasi skala penuh ke Ukraina," ucapnya.
Di sisi lain, dalam pidatonya pada Jumat (4/11), Zelensky sempat menyatakan siap untuk melakukan perdamaian. Menurut sang Presiden, perdamaian merupakan hal yang selama ini telah ia suarakan.
"Kamis siap untuk perdamaian, untuk perdamaian yang adil, sebuah formula yang telah kami suarakan berkali-kali," ujar Zelensky.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4510 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2326 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1971 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1595 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1039 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun