Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 7 November 2026
AS Diam-Diam Minta Ukraina Negosiasi dengan Rusia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Amerika Serikat (AS) dikabarkan diam-diam meminta Ukraina melakukan negosiasi dengan Rusia. Gedung Putih juga meminta Ukraina membatalkan persyaratannya yakni ingin bernegosiasi dengan Moskow apabila Presiden Rusia Vladimir Putin lengser.
Dalam laporan Washington Post pada Sabtu (5/11), disebutkan bahwa permintaan itu bukan ditujukan untuk mendorong Kyiv ke meja perundingan bersama Rusia, melainkan untuk memastikan Ukraina tetap mendapat dukungan dari negara-negara yang khawatir perang semakin meluas.
Para pejabat AS disebut mengakui Putin saat ini tidak bisa diajak bernegosiasi. Kendati demikian, pernyataan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky soal tak ingin bicara dengan Putin membuat sejumlah negara seperti Eropa, Afrika, dan Amerika Latin khawatir perang akan semakin berimbas pada ketersediaan bahan pangan dan bahan bakar dunia.
"Kelelahan Ukraina adalah hal yang nyata bagi beberapa mitra kami," kata seorang pejabat yang tidak ingin disebutkan namanya, seperti dikutip Washington Post melalui Reuters, Minggu (6/11).
Laporan itu juga menyebut bahwa pemerintahan Biden kini dalam posisi sulit terkait masalah di Ukraina. Meski begitu, para pejabat berkomitmen bahwa AS akan tetap mendukung Kyiv dan memberikan bantuan yang memadai.
Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih sejauh ini tak memberikan tanggapan apapun atas laporan tersebut. Sementara, juru bicara Departemen Luar Negeri menyatakan pihaknya berulang kali mendesak Rusia untuk menghentikan serangan dan menarik pasukan jika ingin bernegosiasi.
"Kami telah mengatakan sebelumnya dan akan mengatakannya lagi: Tindakan berbicara lebih keras daripada kata-kata (re: apa yang seseorang lakukan itu jauh lebih penting ketimbang apa yang orang itu katakan). Jika Rusia siap untuk bernegosiasi, Rusia harus menghentikan bom dan misilnya serta menarik pasukannya dari Ukraina," kata juru bicara departemen tersebut.
Ia juga menyampaikan Kremlin selama ini tak terlihat ingin melakukan negosiasi. Sebab, negara itu justru terus menerus meningkatkan intensitas perang di Ukraina.
"Kremlin terus meningkatkan perang ini. Kremlin telah menunjukkan keengganannya untuk secara serius terlibat dalam negosiasi bahkan sebelum meluncurkan invasi skala penuh ke Ukraina," ucapnya.
Di sisi lain, dalam pidatonya pada Jumat (4/11), Zelensky sempat menyatakan siap untuk melakukan perdamaian. Menurut sang Presiden, perdamaian merupakan hal yang selama ini telah ia suarakan.
"Kamis siap untuk perdamaian, untuk perdamaian yang adil, sebuah formula yang telah kami suarakan berkali-kali," ujar Zelensky.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 654 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 539 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan