Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
BBM Mahal, Ikan ‘Dicuri’ Kapal Pukat Harimau
Kusamba
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Sudah dua bulan nelayan Kusamba tidak melaut. Selain akibat kenaikan harga BBM, nelayan juga mengeluhkan beroperasinya beberapa kapal ikan asing jenis pukat harimau, yang mencuri ikan di perairan selatan Nusa Penida.
Hal ini diungkapkan dua nelayan Kusamba, Nyoman Rugeg (55) dan Wayan Rinda (45), Jumat (20/6). 2 Nelayan ini merupakan nelayan asal Kusamba yang biasa melaut sampai selatan pulau Nusa Penida.
“Saya tidak berani melaut, takut rugi BBM. Hasil tangkapan juga turun drastis,” ungkap Rugeg.
Hal yang yang sama diungkapkan Wayan Rinda. Bila melaut dan tidak mendapat ikan, sudah pasti dirinya rugi Rp 100.000.
“Uang sebesar itu sangat besar sekali artinya bagi kami,” keluhnya.
Menurut Rugeg dan Rinda, setengah dari 67 nelayan di kelompoknya sudah beralih profesi menjadi kuli bangunan atau pekerjaan kasar lainnya. Perahu-perahu milik nelayan yang tidak melaut, ‘diparkir’ di tepi pantai dan ditutupi dengan daun kelapa atau terpal.
Selain akibat kenaikan harga BBM, menurunnya hasil tangkapan nelayan ini juga diakibatkan aksi pencurian oleh kapal asing yang menggunakan pukat harimau.
“Selama dua bulan ini, sudah empat kali saya lihat ada kapal asing melintasi perairan selatan Nusa Penida,” ujarnya.
Kasubdin Bina Usaha Kelautan, Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Klungkung, Putu Suarta, Jumat (20/6), mengatakan terkait keluhan nelayan ini pihaknya sudah melakukan kerja sama dengan pihak Pol Air.
“Dengan informasi ini akan saya intensifkan koordinasi dengan instansi terkait,” Kata Putu Suarta. (igs)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3353 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1305 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 918 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 839 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 677 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun