Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
Begini Kreativitas Pemuda Kampung Bali di Banyuwangi Buat Ogoh-ogoh
BERITABALI.COM, BANYUWANGI.
Menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1945 anak muda Kampung Bali di Desa Patoman, Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi membuat ogoh-ogoh.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya anak muda di sini membuat patung ogoh-ogoh dari bahan yang kurang ramah lingkungan, kali ini mereka membuatnya dengan bahan organik maupun bahan bekas yang dapat didaur ulang.
Mereka memanfaatkan koran bekas, bambu, maupun besi bekas sebagai rangka untuk dipadukan dengan desain yang dirancang sebelumnya.
“Kalau ditimbang kurang lebih 5 sampai 7 Kilogram koran bekas, kita dapat gratis dari teman. Kita juga pakai bambu sebagai rangka ditambah besi rongsok untuk penyangganya,” kata salah satu tokoh pemuda Hindu di Desa Patoman, Kecamatan Blimbingsari, Gede Budi Sandiartha, Kamis (16/3/2023).
Tahun ini, kata Gede, ada 5 patung ogoh-ogoh yang dibuat oleh banjar di Desa Patoman. Semuanya murni dari gerakan pemuda Hindu setempat.
Alasan membuat patung ogoh-ogoh dari bahan organik, selain ramah lingkungan tentunya juga lebih terjangkau dari segi biaya.
“Kita mulai membuat ini, mulai dari konsep itu sejak Januari sampai saat ini. Biayanya kurang lebih itu sekitar Rp 7 juta,” katanya.
Menurut Gede, tema Hari Raya Nyepi kali ini, warga Kampung Bali, Desa Patoman, Kecamatan Blimbingsari mengambil Sang Sakala Taruna. Hal itu diambil dari sebuah lontar di Bali yang akan dilaksanakan pada proses ritual penyepian.
“Secara garis besar, adanya ritual ogoh-ogoh ini yakni mecaru untuk menetralisir kekuatan negatif. Hal itu disimbolkan dengan ogoh-ogoh berwarna hitam, membawa gada, tempatnya di utara,” terangnya.
Pelaksanaan ritual pawai ogoh-ogoh dan tapa brata penyepian umat Hindu di Kampung Bali, Desa Patoman, Kecamatan Blimbingsari akan dilaksanakan pada 22 Maret 2023.
Usai melaksanakan upacara tawur agung, mereka akan melaksanakan tapa brata penyepian selama 24 jam. Selama ritual berlangsung, umat Hindu dilarang menyalakan api, bepergian maupun bekerja. (sumber: beritajatim.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3870 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1972 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1750 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1734 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1529 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun