Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Begini Kreativitas Pemuda Kampung Bali di Banyuwangi Buat Ogoh-ogoh
BERITABALI.COM, BANYUWANGI.
Menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1945 anak muda Kampung Bali di Desa Patoman, Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi membuat ogoh-ogoh.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya anak muda di sini membuat patung ogoh-ogoh dari bahan yang kurang ramah lingkungan, kali ini mereka membuatnya dengan bahan organik maupun bahan bekas yang dapat didaur ulang.
Mereka memanfaatkan koran bekas, bambu, maupun besi bekas sebagai rangka untuk dipadukan dengan desain yang dirancang sebelumnya.
“Kalau ditimbang kurang lebih 5 sampai 7 Kilogram koran bekas, kita dapat gratis dari teman. Kita juga pakai bambu sebagai rangka ditambah besi rongsok untuk penyangganya,” kata salah satu tokoh pemuda Hindu di Desa Patoman, Kecamatan Blimbingsari, Gede Budi Sandiartha, Kamis (16/3/2023).
Tahun ini, kata Gede, ada 5 patung ogoh-ogoh yang dibuat oleh banjar di Desa Patoman. Semuanya murni dari gerakan pemuda Hindu setempat.
Alasan membuat patung ogoh-ogoh dari bahan organik, selain ramah lingkungan tentunya juga lebih terjangkau dari segi biaya.
“Kita mulai membuat ini, mulai dari konsep itu sejak Januari sampai saat ini. Biayanya kurang lebih itu sekitar Rp 7 juta,” katanya.
Menurut Gede, tema Hari Raya Nyepi kali ini, warga Kampung Bali, Desa Patoman, Kecamatan Blimbingsari mengambil Sang Sakala Taruna. Hal itu diambil dari sebuah lontar di Bali yang akan dilaksanakan pada proses ritual penyepian.
“Secara garis besar, adanya ritual ogoh-ogoh ini yakni mecaru untuk menetralisir kekuatan negatif. Hal itu disimbolkan dengan ogoh-ogoh berwarna hitam, membawa gada, tempatnya di utara,” terangnya.
Pelaksanaan ritual pawai ogoh-ogoh dan tapa brata penyepian umat Hindu di Kampung Bali, Desa Patoman, Kecamatan Blimbingsari akan dilaksanakan pada 22 Maret 2023.
Usai melaksanakan upacara tawur agung, mereka akan melaksanakan tapa brata penyepian selama 24 jam. Selama ritual berlangsung, umat Hindu dilarang menyalakan api, bepergian maupun bekerja. (sumber: beritajatim.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5897 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4625 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2592 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2235 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2209 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan