Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Senin, 2 November 2026
Bendesa Kecewa, 100 turis Konfirmasi Hadir Namun Kenyataannya Nihil
Selasa, 20 Desember 2016,
11:01 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Beritabali.com, Gianyar. Bendesa Desa Adat Padang Tegal Made Gandra mengungkapkan kekecewaan atas minimnya kehadiran turis asing dalam bazzar pohon yang digelar bersamaan dengan penanaman 121 pohon oleh salah satu bank BUMN di kawasan sisi timur Mandala Suci Wanara Wana (Monkey Forest), Ubud, Selasa (20/12).
Gandra mengatakan, pihaknya sangat gencar mempromosikan even bazzar tersebut di media sosial. Salah satunya melalui akun Ubud Community. Dalam upaya itu, tampak banyak respon positif dari turis asing yang menyatakan akan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
BACA JUGA:
Namun, hingga usai acara, tak ada satupun turis tersebut datang.
"Ada sekitar 100 turis yang mengonfirmasi akan hadir. Tapi kenyataannya nol. Ini menunjukkan kalau mereka hanya berkoar-koar peduli lingkungan. Memang tidak ada kewajiban atau paksaan turis harus ikut, namun setidaknya program ini sifatnya meningkatkan kepedulian terhadap alam. Mungkin mereka takut harus merogoh kocek. Sebab, konsep bazzar pohon itu sifatnya transaksi," katanya.
Dijelaskan, bahwa konsep bazzar ini mewajibkan setiap pihak yang ingin menaman pohon di areal Monkey Forest, terlebih dahulu membeli pohon hidup di bazzar tersebut. Kemudian, pohon itu akan diberi plat atas nama yang bersangkutan. Secara langsung, masyarakat akan berkontribusi terhadap keberlangsungan alam.
Gandra juga sangat mengharapkan partisipasi dari pengusaha dan masyarakat di Ubud untuk turut memberi sumbangsih positif dalam upaya penghijauan. Hal itu akan berdampak besar terhadap suasana di Ubud yang asri. Sehingga, wisatawan akan betah tinggal di Ubud dan memberikan kesan yang baik.
”Mari jaga Ubud bersama-sama, membeli dan menanam pohon sama dengan membeli kehidupan,” ajaknya.
Gandra juga mengungkapkan harapannya kedepan untuk lestarinya hutan di kawasan Ubud.
“Saya ingin dalam 2 tahun ke depan areal ini akan menjadi hutan yang asri. Dengan target 1.000 pohon tumbuh di dalamnya. Dengan memprioritaskan tanaman yang bisa dipakai untuk keperluan yadnya dan obat-obatan. Konsepnya hutan hijau yang dipadukan dengan ruang tunggu, central parkir, dan ruang rekreasi bagi pecinta lingkungan,” ucapnya.
BACA JUGA:
Sementara, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Gianyar Nyoman Nuadi menyampaikan apresiasi terhadap program penanaman pohon tersebut. Kegiatan ini menunjukkan kepedulian nyata dan komitmen yang besar dalam menjaga kelestarian kawasan Monkey Forest yang sudah sangat mendunia ini.
”Semoga pohon-pohon yang ditanam dapat tumbuh dengan baik, dan akan menjadikan Monkey Forest semakin sejuk,” ucapnya. [rls/ari/wrt]
Berita Gianyar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
02
03
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 533 Kali
04
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 391 Kali
05
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 383 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026