Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Berbagi, Kunci Sukses Pengusaha Kue di Negara Tetap Eksis
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Pengusaha kue kering dan basah Haji Suhartoko (53) Banjar Tegal Badeng Timur Desa Tegal Badeng Timur, Kecamatan Negara tetap eksis meskipun perekonomian saat masih dibilang sulit.
Usaha mandiri yang ia digeluti sejak tahun 1991 mulai merintis membuat roti goreng dan minuman beras kencur tetap banyak pemesanan. Haji Suhartoko mengatakan, ia merintis membuat roti dan kue pada tahun 1994 hingga sekarang. Ketekunan ini dilakoni dengan sang istri, ketekunan ini membuahkan hasil hingga bisa mempunyai tempat yang mapan.
"Ada 10 jenis kue yang dibuat, kue potongan dodol, bolu tape, bolu kelapa, pia durian, pia kacang ijo, pie kacang kering, kue potong, bahkan pop corn dan aneka camilan, semua produk ini dikemas dengan merek prima 99 ini jual lokalan Jembrana hingga ke Denpasar," ungkapnya.
Haji Suhartoko menambahkan, bagian produksi berjumlah tenaga kerja 9 orang semua dikerjakan wanita dan 1 pria khusus bagian perlengkapan. Untuk jaminan kekuatan kue ini bisa bertahan hingga mencapai 2 Minggu untuk kue kering.
Harga jual kue terdiri dari harga Rp4 ribu permika hingga kisaran harga Rp6 ribu. Untuk harga jual di Denpasar dibandrol Rp3.000 per pax, sedangkan di Negara seharga Rp500 per pax.
Untuk pengerjaan bahan per hari di masa Pandemi ini mereka hanya membutuhkan tepung sebanyak 25 kilo dalam ukuran 5 sak dan 50 Kg gula pasir dan telur 300 biji telur ayam.
"Untuk menghidupkan keluarga dengan anak dua, yang pertama sudah lulus S1 bahasa Inggris di UNMU (Universtias Muhammadiyah) di Malang dan kini lebih cenderung ikut membantu sebagai pengurus usaha sedangan yang kedua laki masih kuliah jurusan teknik sipil masuk semester 3 walaupun kini secara daring," jelasnya.
Suhartoko menegaskan, usaha apapun jika digeluti intinya selalu berbagi dan banyak karyawan yang kerja dari berbagai jenis agama bahkan mengutamakan keuletan para kerja. Faktor itulah sebuah ambang kesusksesan dalam apapun itu usaha yang digeluti.
"Selain terkendala pemasaran, harapannya kepada pemerintah juga bisa membuat angin segara bagi kami sebagai pengusaha kecil seperti ini. Karena oven yang digunakan masih manual dan belum memiliki oven yang otomatis," pungkasnya.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3898 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1366 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 928 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 853 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 726 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun