Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Berburu Tupai di Kubu, Anak 12 Tahun Terkena Peluru Nyasar

Sabtu, 14 Maret 2026, 17:53 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/ilustrasi/Berburu Tupai di Kubu, Anak 12 Tahun Terkena Peluru Nyasar.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, KARANGASEM.

Seorang anak berusia 12 tahun di Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem mengalami luka akibat terkena peluru nyasar saat berburu tupai di area kebun wilayah Banjar Dinas Bonyoh, Desa Ban, Jumat (13/3/2026) sekitar pukul 13.00 Wita.

Korban diketahui bernama I Made Satya (12). Saat kejadian, ia bersama tetangganya I Nengah Redana (30) pergi berburu tupai dengan menggunakan senapan angin di kawasan tegalan setempat.

Peristiwa bermula ketika keduanya berjalan di area kebun. Redana membawa senapan angin dengan cara digendong di belakang punggung. Namun secara tiba-tiba senapan tersebut meletus dan pelurunya mengenai Satya yang berada di belakangnya dengan jarak sekitar delapan meter.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka tembak pada bagian paha sebelah kiri dan segera dilarikan ke RSUD Karangasem untuk mendapatkan penanganan medis.

Kepala Wilayah Banjar Dinas Bonyoh, I Nyoman Seken saat dikonfirmasi Sabtu (14/3/2026) membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyebutkan korban dan pembawa senapan merupakan warga yang masih bertetangga.

"Keduanya bertetangga, mereka berburu tupai menggunakan senapan angin, saat itu senapan yang masih digendong dibelakang pungguh tiba - tiba meletus dan memgenai korban pada bagian kakinya," ujarnya.

Sementara itu, Kabid Pelayanan RSUD Karangasem, I Gusti Lanang Putu Udiyana membenarkan adanya pasien yang terkena peluru nyasar dan sempat menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.

Menurutnya, korban sempat menjalani tindakan operasi oleh tim medis. Namun peluru yang bersarang di tubuh korban belum dapat dikeluarkan karena posisinya berada di tengah tulang.

“Pasien sudah sempat kami tangani dengan operasi, tetapi karena posisi peluru berada di tengah tulang, material tersebut tidak bisa dikeluarkan. Akhirnya pasien dirujuk ke RSUP Sanglah untuk penanganan lebih lanjut,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa keluarga korban sempat mengalami kendala terkait biaya perawatan karena kondisi pasien tidak dapat ditanggung oleh program BPJS.

Meski demikian, pihak rumah sakit memastikan seluruh biaya penanganan selama korban dirawat di RSUD Karangasem telah difasilitasi oleh pihak rumah sakit.

“Untuk biaya di RSUD sekitar Rp11 juta dan itu sudah difasilitasi oleh RSUD Karangasem, jadi pihak keluarga tidak perlu mencicil lagi. Namun untuk biaya di RSUP Sanglah kami tidak bisa membantu karena sudah di luar kewenangan kami,” kata dr. Lanang.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/krs



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami