Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 27 Mei 2026
Biden Diam-Diam Minta Bank AS Tetap Berbisnis dengan Rusia
BERITABALI.COM, DUNIA.
Di tengah berbagai sanksi ekonomi yang dijatuhkan terhadap Rusia, Amerika Serikat diam-diam mendorong bank-bank besarnya seperti JPMorgan dan Citigroup untuk terus melakukan bisnis dengan Negeri Beruang Merah. Permintaan pribadi pemerintahan Joe Biden itu diungkapkan orang-orang yang mengetahui masalah tersebut kepada Bloomberg, dikutip dari Russia Today, Rabu (9/11/2022).
Permintaan tersebut telah dibuat oleh Departemen Keuangan dan Luar Negeri AS saat pemerintah berusaha untuk mempertahankan tekanan pada Rusia, tetapi pada saat yang sama menghindari bencana ekonomi global.
Sumber tersebut mengatakan Washington telah meminta layanan seperti penyelesaian transaksi dolar AS, transfer pembayaran, dan pembiayaan perdagangan untuk perusahaan Rusia yang dibebaskan dari aspek-aspek tertentu dari sanksi, termasuk raksasa gas Gazprom dan produsen pupuk Uralkali dan PhosAgro.
Akibatnya, bank-bank Amerika terbesar saat ini terjebak dalam 'tarik-menarik' antara pemerintahan Biden dan Kongres, yang menuntut tindakan lebih keras terhadap Moskow.
Sanksi tersebut mencegah bank AS memberikan layanan kepada entitas dan orang yang masuk daftar hitam, dengan pelanggaran yang dapat dihukum dengan denda miliaran dolar.
Jamie Dimon, CEO bank investasi JPMorgan Chase, dilaporkan ditegur dalam sidang kongres pada September karena diduga menggunakan celah dalam sanksi untuk tetap bekerja dengan Rusia. Namun, dia menjawab dengan mengatakan bahwa pihaknya mengikuti instruksi dari pemerintah.
Terkait hal itu, juru bicara Departemen Keuangan mengatakan bahwa mereka telah mengeluarkan panduan kepada bank, mengklarifikasi bahwa kegiatan dalam bantuan kemanusiaan, energi, dan pertanian diizinkan. Sementara itu, JPMorgan dan Citigroup menolak berkomentar.
"Kongres perlu memahami ini, pemerintah AS belum memberlakukan embargo komprehensif dengan Rusia, masih ada kantong bisnis yang diizinkan," tutur Nnedinma Ifudu Nweke, seorang pengacara yang mengkhususkan diri dalam sanksi ekonomi AS di Akin Gump Strauss Hauer & Feld LLP.
"Departemen Keuangan akan terus mengadakan pertemuan untuk mendidik bank tentang transaksi yang diizinkan, terutama di bidang kemanusiaan," tambah Nweke.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 2190 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 2057 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1526 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1411 Kali
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli