Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 6 Mei 2026
Bidik Generasi Muda, Museum Tanah Lot Majapahit Adopsi Teknologi AR
BERITABALI.COM, TABANAN.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, museum masih memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat, termasuk generasi muda. Namun, agar tetap relevan, pengelolaan museum dituntut untuk berinovasi dengan menggabungkan unsur sejarah, teknologi, serta kenyamanan pengunjung.
Hal tersebut diterapkan di Museum Tanah Lot Majapahit Bali yang berada di kawasan DTW Tanah Lot, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan. Museum ini mengusung konsep edukatif berbasis teknologi untuk menarik minat masyarakat, khususnya kalangan muda.
Pengelola Museum Tanah Lot Majapahit Bali, Kadek Juliantara, menyampaikan bahwa museum saat ini tidak cukup hanya menampilkan benda-benda bersejarah, melainkan perlu menghadirkan pengalaman baru yang sesuai dengan kebutuhan zaman.
"Museum ini dipadukan dengan sentuhan teknologi. Jadi, dapat dikatakan museum ini bukan sekadar museum biasa yang menampilkan benda-benda bersejarah saja. Melainkan museum ini telah mengadopsi teknologi Augmented Reality (AR) untuk memberikan pengalaman lebih nyata bagi pengunjung," jelasnya, Sabtu (14/2/2026).
Melalui teknologi Augmented Reality, pengunjung dapat menyaksikan visual tokoh-tokoh kerajaan masa lalu yang muncul melalui perangkat ponsel, sehingga interaksi dengan sejarah terasa lebih hidup dan menarik.
"Dengan teknologi ini, tokoh-tokoh dari zaman kerajaan dapat muncul secara visual melalui perangkat ponsel, sehingga pengunjung dapat seolah-olah berinteraksi dan menikmati kehadiran mereka secara langsung," paparnya.
Selain inovasi teknologi, kenyamanan pengunjung juga menjadi perhatian utama pengelola. Fasilitas penunjang seperti pendingin ruangan hingga area estetis untuk berfoto disiapkan untuk menyesuaikan karakter pengunjung muda.
"Pihak museum menyadari bahwa tantangan terbesar adalah menarik minat anak muda terhadap sejarah. Suasana yang Nyaman, seperti adanya fasilitas AC agar anak-anak betah saat berkunjung. Menyediakan area yang estetis untuk berfoto, karena tren anak muda saat ini adalah berfoto terlebih dahulu sebelum mengeksplorasi isi museum," bebernya.
Menurut Juliantara, dengan konsep penyajian yang inovatif dan lingkungan yang nyaman, museum dapat menjadi ruang edukasi yang menyenangkan, khususnya bagi pelajar yang mempelajari sejarah secara langsung.
"Museum ini menjadi tempat berkumpul dan belajar bagi siswa yang mendapatkan tugas sekolah untuk mencatat sejarah dengan nyaman secara bersama-sama," pungkas Juliantara.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 501 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 396 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 387 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik