Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Bono, Berselancar di Sungai yang Menakjubkan (1)
Pelalawan
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Pangkalan Kerinci. Bali sudah dikenal luas memiliki banyak pantai yang indah dan beberapa diantaranya merupakan pantai terbaik untuk melakukan kegiatan berselancar (surfing). Gelombang tinggi yang terbentuk di beberapa pantai di Bali membuat para peselancar (surfer) pemula dan profesional ingin menaklukkannya.
Pantai-pantai tersebut antara lain Kuta Reef, Nusa Lembongan, Medewi dan Uluwatu. Surfing di pantai tentu sudah umum, bagaimana jika surfing di sungai? adakah sungai di Bali yang bisa untuk surfing? faktanya memang tidak banyak sungai yang bisa untuk surfing, bahkan di Dunia diperkirakan hanya ada 5 sungai dan salah satunya ada di Indonesia, yaitu di Sungai Kampar, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.
Beritabali.com berkesempatan mengunjungi Kabupaten Pelalawan yang baru berusia 13 tahun yang merupakan kabupaten hasil pemekaran di Provinsi Riau.
Kabupaten Pelalawan dialiri Sungai Kampar yang memiliki gelombang yang fenomenal yang dikenal dengan sebutan Bono, yaitu gelombang tinggi yang diakibatkan pertemuan air sungai dengan air laut. Bono biasanya terjadi pada saat pasang, sehingga air yang berasal dari sungai, tertekan oleh air laut. Ditambah lagi dengan dangkalnya muara mengakibatkan gelombang yang tercipta semakin tinggi.
Sungai Kampar sendiri merupakan sebuah sungai di Sumatera yang berhulu di Bukit Barisan sekitar Sumatera Barat dan bermuara di pesisir timur Pulau Sumatera yaitu Riau.
Sungai ini merupakan pertemuan dua buah sungai yang hampir sama besar, yang disebut dengan Kampar Kanan dan Kampar Kiri. Pertemuan ini berada pada kawasan Langgam (Kabupaten Pelalawan), dan setelah pertemuan tersebut sungai ini disebut dengan Sungai Kampar sampai ke muaranya di Selat Malaka.
Untuk mencapai Lokasi Bono ini (Sungai Kampar) dapat ditempuh dengan menggunakan Transportasi darat dari Pekanbaru ke ibu kota Pelalawan yaitu Pangkalan Kerinci sekitar 70 km dan dapat ditempuh dengan waktu perjalanan 1,5 jam. Kemudian dilanjutkan perjalanan darat menuju Teluk Meranti melalui Kecamatan Bunut lebih kurang perjalanan dapat ditempuh dengan waktu 4 jam.
Selain itu perjalanan juga dapat dilakukan menggunakan sarana transportasi air, dari Pelabuhan di jembatan Pangkalan Kerinci bisa menggunakan speedboat ke desa Pulau Muda, yang merupakan lokasi terbaik untuk menyaksikan Bono dengan waktu tempuh perjalanan sekitar 4.5 jam.
H. Zulkifli S.Ag, Msi Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pelalawan saat ditemui di Kantor Bappeda Pelalawan menyampaikan bahwa Bono merupakan fenomena alam yang terjadi di Sungai Kampar, akan menjadi ikon wisata internasional dari Indonesia.
"Pemerintah Kabupaten Pelalawan dan Kementrian Pariwisata dan Industri Kreatif sangat serius untuk pengembangan wisata Bono di Kabupaten Pelalawan ini, karena wisata Bono mempunyai potensi wisata yang sangat besar,"ujar Zulkifli.
Bagi dunia peselancar maupun wisatawan dari luar, Bono Sungai Kampar adalah sebuah penemuan yang mengagumkan bahkan para peselancar dunia mengungkapkan luar biasa untuk Bono Kampar, seperti diungkapkan oleh Chris Mauro dalam tulisannya yang dimuat GrindTV.com : “A dreamlike wave found in an Indonesian river is stunning surf world". Bersambung...... (gus)
Reporter: -
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3805 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1747 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang