Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Bukan KB, Ini Alasan Bali Terapkan Program Keluarga Berkualitas
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Moto Program dua anak cukup saat ini dianggap tidak berlaku lagi, lantaran ada istilah Ajeg Bali yang sempat diungkapkan Gubernur Bali yaitu 4 anak.
Sehingga tidak menginstruksikan untuk tidak kampanye 2 anak cukup, melainkan moto Keluarga Berkualitas. Keluarga berkualitas merupakan program dimana masyarakat Bali bisa mengatur pernikahan yang ideal serta merencanakan kehamilan dan menjaga jarak kelahiran anak itu sendiri sehingga berkualitas.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali dr. Ni Luh Gede Sukardiasih saat berada di Jembrana. Sukardiasih juga mengatakan, Sekarang Bali menerapkan sistem Keluarga Berkualitas, dengan program dari Gubernur terkait Ajeg Bali yaitu masyarakat Bali bisa meneruskan mempunyai anak sampai nama Ketut dalam artiannya mempunyai anak 4.
Luh Gede menambahkan, dari umur perempuan tersebut bisa melahirkan sampai umur 35 tahun, adapun jarak idealnya melahirkan 3 sampai 4 tahun. Kalau dijalani dari umur 21 sampai 35 tahun hanya bisa melahirkan 4 anak.
"Kami menerapkan program Keluarga Berkualitas yang sebelumnya Keluarga Berencana (KB). "Disini contoh dari keluarga berkualitas adalah para remaja harus mempunyai rencana untuk berumah tangga yang perempuan minimal berumur 21 tahun dan laki-lakinya berumur 25 tahun," ucapnya.
"Untuk mensukseskan program tersebut, melalui mitra BKKBN, mereka akan mendampingi dan memonitoring calon keluarga, terkait dengan kesehatan reproduksi.
"Para remaja harus memikirkan kapan mereka bersiap untuk menikah, itu harus ada persiapan," tutupnya.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3446 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1315 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 922 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 845 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 685 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun