Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 14 Agustus 2026
Bukan Rusia, Putin Bongkar Negara Yang Ingin Caplok Ukraina
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Rusia Vladimir Putin memberikan pernyataan yang mengejutkan mengenai siapa sebenarnya negara yang ingin mencaplok Ukraina. Hal ini Putin katakan lantaran pihak Barat terus menanamkan sejarah 'omong kosong' kepada jutaan orang di dunia.
Dilansir Reuters, Minggu (6/11/2022), hal yang dikatakan Putin termasuk tentang jalannya Perang Dunia II (PD II) yang sebenarnya dan peran Uni Soviet atas kemenangan atas Nazi Jerman. Menurut Putin, Polandia masih belum meninggalkan mimpi untuk mengambil alih sebagian Ukraina.
Namun, di sisi lain Polandia telah berulang kali membantah klaim Rusia tersebut. Polandia mengatakan bahwa pernyataan Putin tersebut adalah disinformasi yang disebarkan dalam upaya untuk menabur perselisihan antara negaranya dan Ukraina.
Diketahui, hubungan Rusia dengan Polandia memang tidak baik. Hal itu terus bereskalasi sejak perang di Ukraina dimulai. Negara sekutu Putin, Belarusia pun baru-baru ini memberikan peringatan keras kepada Polandia dan mengancam akan melakukan tindakan militer bila diperlukan.
Sekretaris Dewan Keamanan Belarusia, Alexander Volfovich telah memperingatkan bahwa perang yang lebih luas dapat pecah di Eropa.
Berdasarkan laporan kantor berita Belarusia, BelTA, Volfovich mengatakan bahwa Belarus prihatin atas "militerisasi Polandia" dan "niat agresifnya". Adapun, Belarusia telah digunakan oleh Rusia sebagai tempat mengirim rudal dan pasukan ke Ukraina, tetapi belum berpartisipasi secara langsung dalam perang.
Baca juga:
Ini Ramalan Baba Vanga Soal Perang Dunia III
Ketegangan meningkat pada bulan lalu ketika Presiden Belarusia, Alexander Lukashenko bersumpah untuk melakukan pengerakan bersama dengan pasukan Rusia. Hal itu mendorong komando Angkatan Bersenjata Ukraina untuk secara terbuka mendesak Belarusia agar tidak bergabung dalam perang Rusia melawan Ukraina dan memperingatkan bahwa Kyiv akan membalas jika itu terjadi.
"Menjadi pos terdepan di kawasan keamanan kolektif Eropa Timur, sayangnya, Belarusia menghadapi semua tantangan dan ancaman keamanan," kata Volfovich, dikutip Newsweek. "Pertama-tama, kami prihatin dengan kehadiran militer di wilayah negara-negara tetangga dan retorika militer dari tetangga kami."
Volfovich memperingatkan Polandia, anggota NATO, bahwa jika mereka melepaskan "agresi", perang yang akan terjadi tidak hanya akan memengaruhi wilayah Belarusia, tetapi juga seluruh Eropa Timur.
"Militerisasi Polandia dan niat agresifnya menjadi perhatian utama: Dengan merugikan kepentingan ekonomi mereka sendiri, negara [Polandia] telah memilih militerisasi, peningkatan jumlah angkatan bersenjata, perangkat keras," katanya, menuduh Polandia mengarahkan pandangannya ke Belarusia.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4510 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2326 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1971 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1595 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1039 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun