Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 10 Juni 2026
Cari Daun Sirih, Dadong Menghilang
Jumat, 18 Agustus 2017,
06:59 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BADUNG.
Beritabali.com, Badung. Tim Sar Polda Bali dan Basarnas dibantu jajaran Polsek Petang masih mencari Ni Made Kenyur (72) yang hilang disekitar rumahnya di Banjar Sekar Mukti, Pangsan, Petang, Badung, saat mencari daun sirih, pada Minggu (13/8) lalu.
Pihak keluarga sangat khawatir karena wilayah tempat tinggal dadong tersebut terdapat jurang dan sungai.
[pilihan-redaksi]
Kapolsek Petang AKP Wayan Sudita mengatakan, Kamis (17/8) kemarin, petugas gabungan telah turun ke sekitar rumah korban melakukan pencarian sejak Selasa (15/8) lalu. Hanya saja korban belum ditemukan.
"Di sekitar rumah korban terdapat banyak jurang dan sungai Tukad Ayung,” ujarnya kemarin (17/8).
Pencarian dilakukan tim gabungan yang terdiri dari 10 personil Sar Polda Bali, 15 angota Basarnas, anjing pelacak dan puluhan warga Desa Pangsanm. Mereka menyisir di sepanjang sungai Ayung, dari pagi hingga sore. Penyisiran dimulai dari Taman Beji timur Pasar Petang menuju selatan yaknu Desa Selat, Payangan.
"Dugaan awal, hilangnya korban karena terperosok ke sungai," ucap mantan Kasat Lantas Polres Tabanan ini.
Dijelaskannya, dadong tersebut hilang usai pamitan mencari daun sirih di kebun dekat rumahnya, Minggu sekitar pukul 08.30 wita. Namun hingga larut malam korban tak kunjung pulang. Pihak keluarga sempat melakukan pencarian namun tak membuahkan hasil. Akhirnya kejadian itu dilaporkan ke Polsek Petang. [spy/wrt]
Berita Badung Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026