Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Senin, 3 Agustus 2026
Cegah Sampah Berserakan, Pantai Tulamben Memerlukan Ratusan Tong Sampah
Selasa, 20 November 2018,
09:36 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Penyediaan ratusan unit tong-tong sampah di sekitar pantai maupun di Desa Tulamben sangat dibutuhkan demi keberlangsungan pariwisata di daerah tersebut kedepan.
Kadus Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Karangasem I Nyoman Suastika mengatakan kebersihan lingkungan sekitar pantai dan laut Tulamben menjadi keharusan yang tidak bisa ditawar lagi karena merupakan daya tarik utama wisatawan mancanegara dan wisatawan domestik.
Ia mencontohkan jika kebersihan lingkungan diabaikan dan semakin banyak sampah-sampah berserakan tentu wisatawan akan enggan datang ke pantai Tulamben. Mereka pun semakin malas untuk menyelam juga untuk menikmati indahnya terumbu karang di dalam laut Tulamben. Maka dari itu, dengan minimnya tong-tong sampah di sekitar pantai Tulamben akan sangat mengkhawatirkan, bahkan pengunjung bisa saja ikut membuang sampah sembarangan karena melihat minimnya tong sampah di sekitar lokasi.
"Melihat kondisi tersebut, serta melihat volume kunjungan wisatawan yang terus meningkat. Jangan sampai, malah menimbulkan masalah baru. Ya, masalah sampah tersebut nantinya," katanya.
Menurut dirinya, pengelolaan sampah terpadu telah dilakukan oleh masyarakat Desa Tulamben sejak 2013 telah lakukan pengelolaan sampah lewat Banjar. Selanjutnya, setelah mendapat gedung oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) pada 2015 akhirnya aktif dalam pengelolaan sampah kembali.
Menurutnya pengelolaan sampah mulai dilakukan salah satunya dengan cara diangkut mulai dari hotel-hotel yang dilakukan pengangkutan mulai dari 2 hari sekali, di rumah warga 1 hari sekali. Jika dilihat juga saat ini, di sekolah-sekolah merupakan penyumbang sampah lumayan banyak sehingga dilakukan pengangkutan dua kali sehari yaitu pagi dan sore hari.
"Jangan sampai seiring meningkatnya volume sampah, malah desa kami menjadi tawarkan wisata sampah ke wisatawan," ucapnya.
Berita Premium
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
01
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 338 Kali
02
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 267 Kali
03
04
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 216 Kali
05
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026