Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 17 Mei 2026
Chef Qatar Megibung Cicipi Kuliner Khas Karangasem, Terkejut dengan Rasa Garam Amed
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Dua Chef ternama Qatar, Hassan Abdullah Alibrahim dan Chef, Noof Almarri diajak "megibung" hingga menjajal olahan tradisional khas Karangasem seperti lawar, sate hingga sayur ares sambil menikmati indahnya pemandangan Taman Soekasada Ujung, Karangasem, pada Rabu (28/6/2023).
Acara megibung atau makan bersama dalam satu tempat ini merupakan rangkaian dari acara Cullinary Journey yang diselenggarakan di 3 kota besar se-Indonesia yaitu kota Jayapura, kota Medan dan Bali.
Cullinary Journey ini adalah salah satu acara program Qatar Museums(QM) dalam mengembangkan inisiatif tahunan “Years of Culture“ sebagai pertukaran budaya internasional yang memperdalam pemahaman antar negara dan masyarakatnya.
Qatar Museums bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia menetapkan tahun 2023 sebagai tahun kerja sama budaya Qatar dan Indonesia bertajuk Qatar-Indonesia 2023 Years of Culture.
Usai megibung, Ketua Pengelola Taman Soekasada Ujung, A.A Made Dewandra Jelantik yang menyambut dan menjamu langsung para chef asal Qatar tersebut mengatakan, pihaknya memperkenalkan tradisi megibung dan kuliner tradisional Karangasem berikut cara memasaknya kepada para chef ternama Qatar yang datang.
Beberapa masakan yang disajikan diantaranya seperti sate, beberapa jenis lawar hingga sayur ares. Menurut Dewandra, setelah mencicipi masakan tersebut, para Chef ini mengaku sangat senang karena bisa merasakan sesuatu masakan yang baru dan ini merupakan pertama kali bagi mereka setelah berkelana di 175 kota di dunia.
Hanya saja, dari semua masakan tradisional yang disuguhkan, Chef asal Qatar ini justru tertarik dengan garam yang juga disajikan sebagai pelengkap dalam sajian megibungan. Bagi mereka garam tersebut dikatakan sebagai surprise, kemungkinan karena kualitas garam yang berbeda dengan garam di negara mereka.
"Tadi ada dua Chef yang sangat dihormati di Qatar datang dan kita berkesempatan menjamu beliau, memberikan informasi tentang apa yang ada di karangasem serta tradisi yang dimiliki agar karangasem semakin dikenal. Kita ajak mereka megibung, kita perkenalkan cara masak dan kuliner yang ada di Karangasem seperti lawar, sate dan ares ini. Tanggapan mereka senang sekali karena merasakan sesuatu yang baru, namun dari sekian masakan, ternyata garam yang dicampur cabai menarik perhatian mereka, baginya itu surprise mungkin karena kualitas garamnya, saya tadi pakai garam amed," kata Dewandra.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1482 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1115 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 961 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 853 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik