Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




China Memonitor Ratusan Juta Handphone Dunia

Rabu, 16 November 2016, 17:02 WITA Follow
Beritabali.com

Ternyata, selama ini anda bisa diawasi lewat telepon pintar anda oleh China. [source: istimewa]

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DUNIA.

Beritabali.com - Washington Dc. Sebuah perangkat lunak yang dipasang di 700 juta telepon pintar di seluruh dunia, ternyata mengirim data pemiliknya ke China setiap lima hari sekali.

 
The New York Times melaporkan hal tersebut pada Selasa (15/11). Bahkan, dijelaskan pula bahwa perangkat lunak buatan Shanghai Adups Technology Company itu dipasang pula di sejumlah perangkat pintar lain seperti di mobil, dan peralatan lainnya. Hal itu dibenarkan oleh BLU Products, sebuah perusahaan AS yang menyatakan 120 ribu telepon pintar juga dimonitor.
 
Menurut Adups Shanghai, perangkat lunak itu dipasang di dalam telepon genggam produksi dua merk terkenal. Yakni ZTE dan Huawei yang beroperasi di China. Juga telepon genggam yang seharga murah sekitar US$ 50.00 atau Rp600 ribu.
 
Perusahaan keamanan Kryptowire menjelaskan, 'Shanghai Adups' itu mengirim beberapa data penting. Seperti pesan teks, nomor telepon, informasi lokasi pengguna dan data lain ke sebuah server China. 
 
"Kode itu dipasang sebelumnya di pesawat telepon dan dimonitor semaunya. Walau Anda tak menghendaki, namun pemakai telepon tidak tahu bahwa teleponnya dimonitor," tutur Tom Karygiannis, wakil presiden Kryptowire.
 
Mengingat Shahai Adups tidak mengeluarkan daftar nomor telepon yang terkena dampaknya, tak diketahui berapa banyak pengguna telepon pintar yang dimonitor. 
 
"Kalau pemiliknya tahu banyak tentang teknologi telepon, pasti tahu. Tapi bila warga biasa, ya buta sama sekali," lanjut Karygiannis.
 
Marsha Catron, Juru Bicara Departemen Keamanan Dalam Negeri AS menyatakan pihaknya mengetahui hal itu.
 
"Kami tengah bekerja dengan perusahaan umum dan swasta menyusun strategi untuk melacak hal itu," katanya.
 
Sementara itu, Ohev-Zion, direktur eksekutif BLU yakin, masalah itu dapat segera ditanggulangi. 
 
"Sampai hari ini tidak ada BLU yang menjaring informasi pelanggan," ujar Ohev-Zion. [idc/wrt]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami