Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 6 November 2026
Credit Suisse dan Deutsche Bank Ambruk, Bos BNI Buka Suara
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Perbankan di Eropa tengah dilanda efek jatuhnya Silicon Valley Bank (SVB). Setelah Credit Suisse di Swiss berada di ambang kebangkrutan, kini giliran Deutsche Bank di Jerman.
Karenanya, Investor dan nasabah perbankan pun jadi ketar-ketir. Namun begitu, Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI) atau BNI Royke Tumilaar berpendapat bahwa kondisi perbankan di Indonesia berbeda.
"Kondisinya perbankan Indonesia agak berbeda ya. Karena komposisi asset di Indonesia mayoritas loan dan trade finacing. Surat berharga atau marketable securities relatif lebih kecil dan jangka waktu relatif tidak panjang," ujarnya saat dihubungi CNBC Indonesia, Senin (27/3/2023).
Namun, kata Royke, pihaknya tetap waspada dengan terus melihat perkembangan perbankan global. BBNI juga melakukan beberapa upaya untuk mengantisipasi kekhawatiran para investor.
"Kita lakukan stress test secara berkala dan secara transparan kami update," kata Royke.
Adapun saham Deutsche Bank AG anjlok pada hari Jumat (24/3/2023) pekan lalu setelah biaya asuransi utang terhadap gagal bayar (Credit Default Swap/CDS) melonjak ke level tertinggi dalam beberapa tahun. Kenaikan CDS menjadi sinyal baru akan kekhawatiran investor terhadap bank global.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 626 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 510 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan