Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Dalmas Siaga di Desa Lemukih
BERITABALI.COM, BULELENG.
Pasca penangguhan penahanan empat tersangka insiden Lemukih, kondisi Desa Lemukih di Kecamatan Sawan Buleleng tidak menentu. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Polres Buleleng menurunkan satu peleton Pasukan Dalmas.
Satu Peleton Pasukan Pengendali Massa, Dalmas, Polres Buleleng, Minggu (15/11) mulai disiagakan di Desa Lemukih, Kecamatan Sawan, Buleleng. Ini sebagai antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terkait konflik yang melibatkan Desa Pakraman Lemukih dengan sejumlah pemegang sertifikat tanah.
â€Ya kita putuskan untuk tempatkan personil di Desa Lemukih, kita tempatkan Pasukan Dalmas, penempatan pasukan Dalmas itu bukan karena situasi Desa Lemukih tidak kondusif, namun justru penempatan pasukan itu sebagai bagian dari operasi pemulihan setelah sebelumnya sempat terjadi beberapa peristiwa yang menyebabakan kambtibmas di Lemukih terganggu,†ungkap Kapolres Buleleng, AKBP. Istiyono.
Sebelumnya, pasca penangguhan penahanan atas empat tersangka pelaku pengeroyokan dan penganiayaan, memicu ketidak puasan warga pemegang sertifikat yang kebanyakan bermukim di Dusun Buah Banjah.
Apalagi mereka sempat diprovokasi oleh sekelompok orang yang diduga berasal dari Dusun Nangka.
Reporter: bbn/sas
Berita Terpopuler
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 858 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 809 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 788 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 410 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 399 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun