Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Dampak Lebih Buruk Pecandu Narkoba Jika Terpapar Virus Corona
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Karangasem terus berupaya menekan peredaran narkotika melalui sosialisasi dan edukasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba.
Selain ancaman dinginnya jeruji besi, di tengah pandemi corona seperti saat ini, pecandu narkoba juga dianggap sangat rentan jika sampai terpapar.
Seperti dijelaskan oleh dr. Ni Made Citra Riesti Wulan salah satu dokter yang bertugas di Klinik Pratama BNNK Karangasem, dimana seorang pecandu narkoba jika sampai terpapar virus corona asal Wuhan tersebut maka akan memiliki dampak yang lebih buruk dari mereka yang bukan pecandu.
"Virus corona dapat menyerang siapa saja dan akan berdampak lebih buruk kepada orang dengan penyakit penyerta hal serupa juga berlaku pada pecandu narkoba," ujar dr. Citra.
Menurutnya, menggunakan narkoba atau pecandu sudah jelas dapat merusak organ tubuh. Salah satu dampaknya yaitu melemahkan sistem imun tubuh. Dengan sistem imun yang lemah akan menimbulkan gejala berat jika infeksi virus corona tersebut.
"Seperti misalnya penggunaan opium (Morfin), narkotika jenis ini dapat merusak sistem pernafasan, apabila pecandu opium terinfeksi virus corona dapat menimbulkan gejala lebih berat serta dapat menyebabkan henti nafas," jelasnya.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3389 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1310 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 921 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 843 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 683 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun