Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




DBD Buleleng Tembus 109 Kasus, 1 Balita Meninggal

Selasa, 14 April 2026, 16:08 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/dok Diskominfosanti Buleleng/DBD Buleleng Tembus 109 Kasus, 1 Balita Meninggal.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Buleleng terus meningkat. Sejak Januari hingga 9 April 2026, tercatat sebanyak 109 kasus dengan satu korban meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, dr Sucipto, Selasa (14/4) menyampaikan bahwa sebaran kasus tertinggi terjadi di Kecamatan Gerokgak, disusul Kecamatan Buleleng, Kubutambahan, Tejakula, dan Sukasada. Mayoritas penderita berada pada usia produktif, yakni 15 hingga 44 tahun.

Kasus terbaru menimpa seorang balita asal Kelurahan Banyuning Timur, Kecamatan Buleleng, bernama Kadek Giara Dwitya Pradyanti (4), yang meninggal dunia akibat penyakit yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Dinas Kesehatan langsung melakukan penyelidikan epidemiologi di sekitar tempat tinggal korban untuk mengidentifikasi sumber penularan.

“Kami temukan ada sejumlah titik jentik di sekitar lokasi tempat tinggalnya,” jelasnya.

Hasil penelusuran menunjukkan adanya sejumlah titik perkembangbiakan jentik nyamuk di lingkungan sekitar. Kondisi ini memperkuat dugaan bahwa faktor lingkungan menjadi pemicu utama penyebaran DBD.

Sebagai langkah cepat, Dinkes melakukan fogging secara selektif guna menekan populasi nyamuk dewasa. Namun, Sucipto menegaskan bahwa fogging bukan solusi utama dalam memutus rantai penularan.

“Kalau ada genangan air yang tidak dibersihkan, itu pasti jadi sarang jentik. Ini yang harus diwaspadai bersama,” tegasnya.

Ia menambahkan, upaya paling efektif tetap melalui pemberantasan sarang nyamuk (PSN), seperti menjaga kebersihan lingkungan, menghindari genangan air, serta mengelola sampah dengan baik.

Dinkes juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap gejala awal DBD, seperti demam tinggi lebih dari tiga hari, muncul bintik merah, mual, muntah, hingga mimisan. Warga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala tersebut.

Selain itu, seluruh puskesmas dan fasilitas kesehatan di Buleleng diminta aktif melaporkan setiap kasus agar penanganan dapat dilakukan secara cepat oleh tim surveilans.

“Kalau laporan cepat, penanganan juga bisa cepat. Ini kunci agar kasus tidak meluas,” tutup Sucipto.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rat



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami