Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Desa Pupuan Gianyar Miliki Pusat Pangan yang Bisa Manjakan Wisatawan
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Desa Pupuan, Kecamatan Tegallalang memiliki pusat pangan (Puspa Aman). Dengan lingkungan yang asri dan sejumlah sarana, Puspa Aman memanjakan wisatawan.
Perbekel Pupuan I Wayan Sumatra menyatakan pembentukan Puspa Aman ini karena selama ini Desa Pupuan hanya menjadi jalur perlintasan wisatawan.
"Puspa Aman Desa Pupuan siap bangkit, sinergitas dengan Aku Hatinya PKK. Bulan Maret ini kami akan buka rumah makan," jelasnya.
Rumah makan atau restoran ini menyajikan menu dari hasil panen tanaman di Puspa Aman. Selain itu, pihaknya akan membeli bahan baku berupa sayur mayur dari rumah tangga yang sebelumnya sudah diberikan bantuan bibit.
Baca juga:
4.000 Desa Wisata Ditarget Ikuti ADWI 2023
Seperti tomat, cabe, terong, sawi, hingga buah pisang. Tak perlu diajari lagi teknik berkebun, sebab 75 persen warganya adalah profesi petani.
Selain untuk rumah makan, hasil panen tanaman pangan di rumah tangga juga dibeli untuk dibagikan secara cuma-cuma pada Murid Paud dan mengatasi Stunting.
"Mereka panen, Puspa aman beli. Dimasak beri anak paud dan kategori Stunting secara gratis. Sisanya dikelola Bumdes Lumbung Sari," jelasnya.
Di samping itu, Pemdes Pupuan juga punya program pemberian bantuan bibit Bangkung atau indukan babi. Jumlahnya sekitar 15 ekor. Anak babi yang dihasilkan, juga dibeli oleh Bumdes.
"Anakan babi kita beli dijadikan babi guling," ujarnya.
Untuk menu lain, ada ikan Nila yang dipanen langsung dari kolam. "Dulu sudah kita tabur sekitar 1.000an ikan nila dan jair. Sekarang sudah besar-besar, bisa bermanfaat ke depan," jelasnya.
Sesuai target, sejumlah wisatawan asing sudah mulai mengunjungi Puspa Aman.
"Tiap hari ada saja bule berkunjung. Kita harapkan setelah restoran dibuka, mereka juga makan di kita. Kebetulan restoran pinggir jalan baru kita saja, yang lain lokasinya agak ke dalam," ujarnya.
Kunjungan wisatawan ini pula membuat Desa Pupuan yang ditetapkan sebagai Desa Wisata per 18 September 2021 ini semakin optimis. Objek wisata unggulan yang ditawarkan adalah pemandangan alam tanpa merusak alam.
"Kita ada cagar budaya, waterfall, spiritual Tirta Sangku, Puncak Lembu, Wana Ayu dan view persawahan," jelasnya.
Untuk atraksi wisata budaya, mulai dari seni sakral, tradisi unik hingga seni kreatif ada di desa ini. "Wisata budaya sakral kita sudah punya, seperti rejang baris topeng. Seni tradisi kita ada pementasan Baris Tampyog, yang digelar 3 tahun sekali," jelasnya.
Baca juga:
Sewindu Berkarya Forkom Desa Wisata Bali
Baris Tampyog ini menampilkan tarian baris bersama pemangku dan Prajuru adat mandi api. "Sejauh ini tidak ada yang alami luka bakar. Tradisi ini yang mau kita kembangkan untuk menunjang desa wisata," terang dia.
Selain itu, Desa Pupuan juga merancang wisata buatan berupa Pasar tradisional. "Wisatawan yang cycling bersepeda bisa mampir beli oleh-oleh di pasar tradisional," tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 1677 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1197 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 900 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 822 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 613 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun