Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Desa Wisata Ekasari Wakili Jembrana Masuk 300 Besar ADWI
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Desa wisata Ekasari Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana mewakili Jembrana masuk ke-300 besar ADWI (Anugerah Desa Wisata Indonesia) di tahun 2022.
Sebelumnya pada tahun 2021 Desa Ekasari juga masuk nominasi dalam ajang tersebut. Untuk tahun ini dengan kelengkapan secara administrasi baik itu SK bupati. Dengan melontarkan segala pontensi desa yang ada hingga sekarang ini.
Ketua Pokdarwis Desa Ekasari I Komang Anom Suastika Sri Bayu SST. Par. mengatakan, untuk persiapan sudah final yang sejak awal administrasi sudah disahkan oleh bupati terutama SK yaitu berupa desa wisata di tahun 2022.
Penginputan data di aplikasi jadesta secara online yg berupa foto2 dan video potensi wisata yg ada di Dewi Ekasari selalu dikoordinasikan dgn pihak Jadesta sebagai penyelenggara ADWI dari Kemenparekraf.
Dan uhtuk ADWI thn 2022 untuk SK Desa Wisata dari Bupati harus diverifikasi terlebih dahulu oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jembrana.
"Juga termasuk Pokdarwis yang ada termasuk palarejo yang potensinya sebagai nilai pengembangan. Termasuk JADESTA (Jaringan Desa Wisata Nusantara). Ini merupakan aplikasi grup sehingga terupload berupa profil melalui sistem digitalliasi," ungkapnya Selasa (10/05/2022).
Anom juga menambahkan untuk kategori juri yang dinilai sangat potensi terutama gereja dan pura yang ada hingga kini. Selain itu juga seni dan budaya yang tetap kukuh.
Inilah yang dinilai paling bagus dalam pelestarian budaya dan adat serta agama. Sehingga akselerasi budaya ini tetap kokoh dari jaman ke jaman. Pihaknya tetap melakukan koordinasi baik dengan pihak juri.
"Latar belakang mengikuti ini, untuk penilaian desa ini sedang berkembang dan para wisatawan juga terus meningkat. Sehingga ke depan bisa banyak wisatawan domestik dan internasional. Termasuk gereja yang sudah terkenal secara nasional dan internasional, potensi ini harus tetap dilestarikan. Termasuk agrowisata coklat, Karena diketahui Jembrana kualitas coklat nomer tiga," ujarnya.
Sementara perbekel Desa Ekasari I Gede Puja mengatakan, dukungan dari desa belum maksimal namun banyak didukung para pemerhati pariwasata. Pokdarwis hanya mendukung form-form yang diisi.
"Kami dari pemerintah Desa Ekasari luas 1.600 hektar dengan jumlah penduduk 5.200 jiwa terdiri 10 Banjar dinas dari segi agama ada 3 agama Hindu, Kristen dan Islam. Dengan nilai toleransi yang sangat baik dan selalu terjaga," ungkapnya.
"Kendang mebarung dan juga tari sakral hingga kini tetap dikembangkan sebagai potensi seni, adat dan juga budaya yang ada di desa Ekasari. Ragam corak budaya yang terus dilestarikan dan kita tetap membina sehingga kelestarian ini terpupuk dengan apik. Bahkan bagi kami nilai toleransi umat beragama yang ada tak pernah menimbulkan konflik, inilah yang menjadi dominan ikut ajang lomba," pungkasnya.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1455 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1102 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 947 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 840 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik