Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Diduga Korban Pembunuhan

Beritabali.com, Gilimanuk

Jumat, 22 Januari 2010, 18:46 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Mayat perempuan telanjang yang ditemukan tergeletak pada sebuah bale bengong di hutan Taman Nasional Bali Barat (TNBB) kawasan Cekik, Gilimanuk, diduga kuat sebagai korban pembunuhan. Tewasnya perempuan telanjang dengan leher masih terjerat karet ban dalam, diduga kuat sebagai korban pembunuhan

Bahkan ada dugaan, sebelum dibunuh korban dirampok di luar Gilimanuk, karena dari hasil penyisiran tidak ditemukan tempat perempuan tersebut menerima tindakan kekerasan.

Ada kemungkinan kalau perempuan itu dirampok dulu lalu dibunuh di tempat lain. Kemudian mayatnya ditaruh di sini, duga seorang polisi. Dari hasil pemeriksaan medis dari petugas Puskesmas Gilimanuk bersama polisi, pada tubuh perempuan tersebut tidak ditemukan adanya tanda-tanda bekas kekerasan selain lehernya yang masih terjerat karet bekas ban dalam.

Melihat kondisi mayat yang sudah kaku dan mulai terlihat lebam di punggungnya diperkirakan meninggalnya lebih dari empat jam yang lalu,ujar petugas medis.

Kepala KP3 Laut Gilimanuk AKP I Nyoman Suparta mengatakan sejumlah warga termasuk kepala lingkungan di Gilimanuk telah melihat mayat tersebut, namun tidak satupun dari mereka ada yang mengenali sehingga diperkirakan perempuan itu bukan warga Gilimanuk.

Ada dugaan bukan warga Gilimanuk, tetapi mayat warga luar yang ditaruh di lokasi ini, ungkapnya.

Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP I Ketut Suparta yang langsung turun ke lokasi mengatakan meski ditemukan dalam kondisi lehernya masih terjerat karet ban namun pihaknya belum berani memastikan mayat itu sebagai korban
pembunuhan.

Kami masih perlu melakukan visum atau mungkin otopsi agar bisa dipastikan penyebab kematiannya termasuk untuk mengetahui apakah karet di leher itu dijeratkan sebelum meninggal atau sesudahnya karena itu juga belum jelas, terangnya.

Suparta juga meminta jika warga yang kehilangan anggota keluarganya dengan ciri-ciri usia sekitar 40 tahun, tinggi sekitar 150 cm, berperawakan gemuk, rambut sebahu dan mengenakan anting bermotif kupu-kupu bisa datang ke RSU Negara atau ke Polres Jembrana dan KP3 Laut Gilimanuk.  

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/ctg



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami