Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Digigit Anjing Peliharaan, Warga Jembrana Tewas Diduga Kena Rabies

Selasa, 30 Desember 2025, 18:11 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/ilustrasi/Digigit Anjing Peliharaan, Warga Jembrana Tewas Diduga Kena Rabies.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Kasus kematian terkait dugaan rabies kembali terjadi di Kabupaten Jembrana. Seorang pria berinisial IMA (39), warga Kecamatan Mendoyo, meninggal dunia setelah mengalami gejala yang mengarah pada infeksi rabies, beberapa bulan setelah digigit anjing peliharaannya sendiri.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Jembrana, dr. I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata, membenarkan peristiwa tersebut saat dikonfirmasi, Senin (29/12/2025). Ia menjelaskan, korban sempat datang ke RSUD Negara dalam kondisi sesak napas dan diketahui memiliki riwayat gigitan anjing sekitar tiga bulan sebelumnya.

Anjing yang menggigit korban merupakan hewan peliharaan dan telah dibunuh oleh korban setelah kejadian. Berdasarkan pemeriksaan medis, luka gigitan ditemukan pada jari tangan kanan dan kaki kiri korban.

“Luka gigitan terdapat pada jari tangan kanan dan kaki kiri. Saat itu korban tidak sempat memperoleh vaksin anti rabies. Ketika dirawat, ia menunjukkan gejala khas seperti takut udara dan air, serta nyeri ulu hati yang muncul hilang dan semakin berat,” ungkap Oka.

Selain itu, korban juga mengalami mual dan muntah berulang, demam, hilangnya nafsu makan dan minum, serta sakit tenggorokan disertai kesulitan menelan air.

Sebelum dirujuk ke RSUD Negara, korban sempat menjalani perawatan di RS Balimed Negara dan dinyatakan mengalami disfagia dengan dugaan rabies. Namun pada Selasa (23/12/2025) sekitar pukul 10.05 WITA, korban memilih pulang atas permintaan sendiri. Beberapa jam setelah keluar dari rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia.

Hasil Penyelidikan Epidemiologi (PE) yang dilakukan Puskesmas I Mendoyo pada 24 Desember 2025 mengungkapkan, korban tinggal bersama istri, anak, dan mertuanya. Berdasarkan keterangan keluarga, gigitan anjing terjadi di rumah pada bagian tumit kaki dan tepi telapak tangan kanan. Saat itu, korban hanya mencuci luka dengan air mengalir selama kurang lebih 10 menit.

Anjuran keluarga untuk memeriksakan diri ke puskesmas tidak diindahkan karena luka dianggap ringan. Gejala awal baru dirasakan korban pada 22 Desember 2025. Pada dini hari keesokan harinya, korban dibawa ke RS Balimed karena mengeluh nyeri saat menelan air.

“Kesimpulan sementara, pasien meninggal dengan diagnosis disfagia dan suspek rabies, dengan faktor risiko kuat berupa riwayat gigitan anjing tiga bulan sebelumnya dan tidak mencari pertolongan ke Rabies Center,” tegas Oka.

Sebagai tindak lanjut, Dinas Kesehatan Jembrana merekomendasikan peningkatan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya rabies melalui kolaborasi lintas sektor. Keluarga korban yang memiliki kontak erat telah mendapatkan vaksin anti rabies.

“Keluarga yang memiliki kontak erat sudah diberikan vaksin anti rabies. Kami mengingatkan masyarakat agar selalu waspada dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gigitan hewan penular rabies,” imbau Oka.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/jbr



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami