Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 3 Agustus 2026
Dihajar Pahala Kencana, Tukang Ojek Tewas
Beritabali.com, Mendoyo
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Jalur setan Denpasar-Gilimanuk kembali meminta tumbal nyawa. Kali ini nasib sial menimpa Ketut Ginanta alias Nanta (50), tukang ojek warga Lingkungan Baler Bale Agung, Baler Bale Agung, Negara yang tewas setelah diseruduk bus Pahala Kencana di km 84-85 tepatnya di Dusun Tembles, Penyaringan, Mendoyo.
Dari informasi yang dihimpun, Rabu (13/1) menyebutkan saat kejadian Nanta baru habis mengantarkan penumpangnya ke Tabanan dengan mengendarai sepeda motor Honda Blade DK 6337 ZB.
Ketika tiba di TKP saat hendak kembali ke pangkalannya, Nanta bermaksud menyalip truk tank dikenal yang melaju didepannya. Namun, saat menyalip setang motor Nanta menyenggol bodi truk sehingga Nanta oleng.
Pada saat yang bersamaan dari arah yang berlawanan melaju Bus Pahala Kencana nopol D 8838 AH yang dikemudikan Hadi Imansyah (43), asal Bandung, Jawa Barat dan serempetan pun terjadi. Akibatnya, Nanta terjungkal lalu terseret di aspal dan meninggal di TKP setelah mengalami patah tulang punggung dan lengan kanan serta luka lebam di bagian kepala belakang.
Kasat Lantas Polres Jembrana , AKP Nyoman Nuryana seijin Kapolres Jembrana, AKBP R Ahmad Nurwakhid ketika dikonfirmasi, Rabu (13/1) membenarkan peristiwa kecelakaan tersebut.
“Kasus tersebut masih kami tangani untuk sementara pengemudi bus sudah kami amankan di Mapolres Jembrana,” pungkasnya.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 341 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 268 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 216 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun