Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 14 Agustus 2026
Dikabarkan PHK, Twitter Dilaporkan Meminta Karyawan Kembali
BERITABALI.COM, DUNIA.
Hanya beberapa hari PHK massal separuh karyawannya, Twitter meminta beberapa dari mereka untuk kembali bekerja, menurut Bloomberg. Mengutip dua sumber di dalam perusahaan, outlet tersebut melaporkan bahwa manajemen di Twitter telah menyadari bahwa telah terjadi kesalahan.
Pihak manajemen Twitter secara tidak sengaja atau tanpa menyadari, pengalaman beberapa karyawan yang kena PHK sangat penting untuk membangun fitur yang ingin dibawa Elon Musk ke platform.
Sayangnya, Twitter tidak segera menanggapi permintaan komentar Engadget, Selasa (8/11/2022). Casey Newton dari Platformer adalah yang pertama melaporkan rencana perusahaan, berbagi pesan dari salah satu saluran internal Slack.
Satu posting menunjukkan perusahaan membutuhkan pengembang Android dan iOS.
Twitter mulai Jumat dengan memberhentikan sekitar 3.800 karyawan, termasuk mereka yang bertanggung jawab untuk mengembangkan fitur aksesibilitas baru.
Pada Sabtu (5/11/2022), perusahaan mulai secara singkat meluncurkan sistem verifikasi berbayar yang baru. Satu hari kemudian, Twitter dilaporkan membuat keputusan untuk menunda rilis fitur itu sampai setelah pemilihan paruh waktu AS.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4507 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2323 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1968 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1592 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1036 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun