Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Diterjang Puting Beliung, Rumah Warga Melaya Roboh
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Satu rumah warga di Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Melaya hampir rata dengan tanah akibat diterjang angin puting beliung pada Kamis (20/01/2022) pagi.
Dari informasi yang didapat, rumah milik warga bernama Muhzen roboh karena diterjang angin berputar. Akibatnya sejumlah barang miliknya sebagain mengalami kerusakan.
Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke aparat desa. Mendengar ada warga yang mengalami musibah, Polres Jembrana melalui Polsek Negara datang ke lokasi untuk membantu membersihkan puing-puing bangunan.
Pemilik rumah, Muhzen menceritakan sebelum kejadian, sekitar pukul 18.00 WITA usai mandi lalu tiba tiba mendengar suara gemuruh tiba-tiba rumahnya langsung roboh.
"Saat kejadian saya kebetulan dirumah sendiri," imbuhnya.
Sementara Kapolsek Negara Kompol I Gusti Made Sudarma Putra mengatakan, ikut prihatin terhadap musibah yang menimpa warga masyarakat sehingga rumah mengalami rusak berat.
"Kami dari Polsek Negara siap membantu meringankan beban warga yang tertimpa musibah, jangan dilihat dari jumlah bantuannya namun semoga bantuan sembako ini semoga bermanfaat," Ucap Kapolsek.
Diharapkan, masyarakat pesisir agar selalu waspada dengan kondisi cuaca.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3337 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1305 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 916 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 838 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 675 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun