Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 7 November 2026
'Doktor Kiamat' Nouriel Roubini: PD III Sudah Dimulai
BERITABALI.COM, DUNIA.
Ekonom terkemuka Nouriel Roubini mengungkapkan bahwa dunia saat ini telah memasuki Perang Dunia Ketiga (PD III). Ini melihat dari eskalasi perang Rusia-Ukraina serta konflik Cina-Taiwan yang menyeret kekuatan Barat pimpinan Amerika Serikat (AS).
Dalam sebuah wawancara pekan lalu dengan Der Spiegel, Roubini mengungkapkan bahwa dunia saat ini mengalami tegangnya hubungan antara kekuatan besar. Ini juga termasuk meruncingnya hubungan Iran dan Israel.
"Saya membaca bahwa pemerintahan Biden mengharapkan Cina untuk menyerang Taiwan lebih cepat daripada nanti. Perang Dunia III sudah efektif dimulai," papar figur yang dikenal sebagai Doctor Doom itu seperti dikutip Russia Today, Rabu (2/11/2022).
Selain eskalasi politik, ia menilai persaingan antara Washington dan Beijing telah mendorong ketegangan ke tingkat yang besar. Apalagi, imbuhnya, AS telah melarang ekspor semikonduktor tertentu ke Cina dan menekan negara-negara Eropa untuk memutuskan hubungan perdagangan dengan Beijing didasarkan alasan keamanan nasional.
"Perdagangan, keuangan, teknologi, internet: Semuanya akan terbelah dua," prediksinya.
Menurutnyanya, tidak jelas apakah negara-negara non-sekutu akan memilih pihak AS dalam konflik. Hal ini dibuktikan oleh negara Afrika yang menganggap kedua kubu besar dunia tetap akan melakukan sesuatu terhadap negara di wilayah itu.
"Saya bertanya kepada presiden negara Afrika mengapa dia mendapatkan teknologi 5G dari Cina dan bukan dari Barat. Ia mengatakan kepada saya, 'kami adalah negara kecil, jadi seseorang akan tetap memata-matai kami. Kemudian, saya mungkin juga mengambil teknologi Cina, lebih murah',"ungkap ekonom itu.
Mencuatnya wacana PD III sebelumnya diproyeksikan dari tegangnya hubungan AS dan Rusia serta Cina. Dengan Rusia, AS tetap menyatakan diri menolak serangannya ke Ukraina dan membantu Kyiv dalam merebut kembali wilayah yang diambil Moskow.
Presiden Rusia Vladimir Putin pun menegaskan akan melakukan apapun untuk mempertahankan wilayah yang diambilnya di Ukraina. Ia bahkan mencontohkan AS yang menurunkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki, memberikan sinyal terkait perang nuklir.
Sementara itu, dengan Cina, AS tetap menyatakan dukungannya terhadap Taiwan. Di sisi lain, Presiden Cina Xi Jinping tetap menegaskan akan melakukan langkah apapun untuk mematahkan kemerdekaan pulau yang diklaimnya itu.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 654 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 539 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan