Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 3 Agustus 2026
Dua Kawasan Hutan di Buleleng Rawan Pencurian
Singaraja
BERITABALI.COM, BULELENG.
Dua kawasan hutan di Kabupaten Buleleng dinyatakan masih rawan terhadap aksi pencurian kayu hasil hutan maupun perambahan hutan, diantaranya di Kawasan Hutan Desa Sepang Kecamatan Busungbiu dan Kawasan Hutan Bali Barat di Kecamatan Gerokgak, disisi lain Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Buleleng tidak maksimal melakukan pengawasan maupun pengamanan lantaran personil Polisi Hutan masih minim.
"Memang ada dua titik rawan saat ini di Buleleng di Sepang dan Bali Barat, dalam pengawasan dan pengamanan kita belum mampu melakukannya kerana masih kurangnya anggota polhut, sehingga kita ingin merangkul Desa pakraman untuk pengamanan hutan ini," ungkap Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Buleleng, Komang Gede Yasa, Rabu (30/7).
Sayangnya dari sejumlah Desa Pakraman di Buleleng, beberapa diantaranya tidak sanggup untuk melakukan pengawasan dan penjagaan hutan tersebut," memang kita akui untuk di Sepang dan Bali Barat, kita masih sulit merangkul Desa Pakramannya, sebab para pelaku pencurian hasil hutan sering melakukan pengancaman sehingga menimbulkan rasa ketakutan," papar Komang Gede Yasa.
Walaupun mengalami kendala yang demikian, upaya pengawasan dan pengamanan hutan di Buleleng tetap dilakukan dengan membentuk Unit Mobile Polhut yang digerakan ke dua titik rawan tersebut dengan melakukan patroli rutin maupun sewaktu-waktu. (sas)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 341 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 272 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 216 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun