Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 4 Agustus 2026
Dua Nelayan Kapal Ikan China Tewas Usai Dikejar Taiwan, Beijing Ngamuk
beritabali.com/cnnindonesia.com/Dua Nelayan Kapal Ikan China Tewas Usai Dikejar Taiwan, Beijing Ngamuk
BERITABALI.COM, DUNIA.
Sebanyak dua nelayan China tewas saat kapal mereka dikejar pasukan Taiwan pada pekan lalu. Pemerintah Negeri Tirai Bambu pun murka dan berencana melakukan patroli rutin.
Dalam rilis resmi, China mengecam Taiwan karena mengejar para nelayan dan menyebabkan kapal mereka terbalik di dekat pos pertahanan Taiwan, Quemoy. Imbas tindakan itu, dua orang tewas.
China juga menuduh coast guard Taiwan menggunakan "metode kekerasan dan berbahaya" saat mengusir kapal nelayan.
Mereka lalu menegaskan akan melakukan patroli dan inspeksi rutin di perairan antara Xiamen dan Taiwan. Kota pelabuhan Xiamen hanya berjarak beberapa mil dari Quemoy.
"[Patroli rutin] untuk menjaga ketertiban operasional di wilayah laut dan melindungi nyawa dan harta benda nelayan," demikian rilis China, dikutip South China Morning Post (SCMP), Senin (18/2).
Juru bicara Kantor Urusan Taiwan (KAO) di Beijing, Zhu Fenglian, buka suara soal kematian nelayan.
Zhu mengatakan dua kematian tersebut disebabkan "pengusiran kasar" pihak berwenang Taiwan terhadap kapal penangkap ikan di daratan.
Lebih lanjut, Zhu menjelaskan tragedi tersebut itu memicu kemarahan yang meluas di China.
"Sangat merugikan perasaan rekan senegaranya di kedua sisi Selat Taiwan, dan secara serius merusak hubungan lintas selat," ujar dia.
Taiwan sementara itu menyatakan kapal para nelayan terdeteksi masuk tanpa izin ke perairan terlarang di lepas pantai Quemoy.
Saat penjaga pantai melakukan pengejaran, perahu tersebut terbalik dan empat penumpang jatuh.
Para penumpang itu berhasil dievakuasi, tetapi hanya dua orang yang selamat.
Zhu menolak narasi perairan terlarang atau terbatas. Dia mengatakan wilayah laut Xiamen-Kinmen telah menjadi zona penangkapan ikan para nelayan sejak dahulu kalan
"China penuh dengan niat baik terhadap rekan-rekan Taiwan, tetapi tak akan mentolerir pengabaian pemerintah Taiwan terhadap nyawa dan harta benda para nelayan daratan," ucap dia.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 838 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 756 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 688 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 390 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 356 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun