Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Dulu Viral Teriakannya Gianyar Bersemi, Gung Arianto Ditemukan Tewas Tanpa Baju
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Dulu pernah viral dengan teriakannya "Gianyar bersatu, Gianyar bersemi". Kini pemilik nama Anak Agung Arianto warga desa Sidan, Kecamatan Gianyar ditemukan meninggal dunia di bekas Kantor Damkar, tak jauh dari rongsokan mobil Damkar di Jalan Raya Sidan pada Senin (3/7/2023) pukul 08.30 WITA.
Agung Arianto ditemukan meninggal di depan bangunan bale bengong. Dia tergeletak di tanah tanpa baju dan hanya mengenakan celana pendek.
Mendapatkan temuan itu, petugas terkait dari BPBD , kepolisian, TNI hingga PMI langsung mendatangi lokasi kejadian.
Pihak keluarga juga telah dihubungi. Selanjutnya, jasad korban langsung dibungkus menggunakan kantong jenazah dan dievakuasi oleh petugas BPBD Gianyar dan kepolisian menuju RSUD Sanjiwani Gianyar.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar, Gusti Ngurah Dibya Presasta membenarkan temuan jenazah itu. "Kami sudah mengerahkan anggota TRC BPBD Gianyar beserta armada dan perlengkapan ke lokasi kejadian untuk melakukan penanganan," ujar dia.
Petugas bersama-sama menggotong jasad korban menuju ambulance. "Jenazah sudah dievakuasi dan langsung dibawa ke RSUD Sanjiwani Gianyar oleh PMI Gianyar," tutup dia.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 842 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 766 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 723 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 391 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 365 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun