Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 18 Mei 2026
Face Shield Anak Karakter Kartun Laris Jelang Era New Normal
BERITABALI.COM, TABANAN.
Face shield atau pelindung wajah pada masa awal kehidupan new normal makin banyak digunakan oleh masyarakat, salah satunya adalah pelindung wajah dengan karakter kartun yang khusus dibuat untuk anak-anak.
[pilihan-redaksi]
Perusahaan Daerah Dharma Santika (PDDS) di Tabanan melihat hal ini sebagai peluang bisnis baru. Mereka memperoduksi face shield lucu berisi karakter kartun.
“Kami sudah kerjakan seminggu, respon dari masyarakat bagus,” kata Direktur PDDS, I Wayan Sugi Dharmawan, Kamis, (4/6).
Untuk pemasaran, bagi yang berminat bisa langsung mengunjungi kantor PDDS Dharma Santika atau memesan melalui agen. “Satu face shield anak-anak Rp 35 ribu, dewasa Rp 30 ribu,” ujarnya.
Sugi menyebutkan, permintaan meningkat karena ada rencana sekolah kembali dibuka sehingga para orangtua merasa perlu membekali anak mereka face shield ke sekolah. “Awalnya kami buat seratus, seminggu sudah tinggal beberapa aja,” katanya.
Face shield menjadi salah satu alat pelindung diri dalam protokol kesehatan. Pemerintah Provinsi Bali menerapkan pola kehidupan new normal khususnya pada sektor layanan publik mulai 5 juni 2020.
Salah satu orangtua, Andi Santika, 31 tahun adalah yang berminat dengan face shield berisi gambar kartun. Ia membeli pelindung wajah itu untuk anaknya yang akan masuk sekolah taman kanak-kanak. “Untuk persiapan aja,” ujarnya.
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1548 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1167 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1015 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 895 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah